Politisi PKB Siti Masrifah Beberkan Soal Parlemen Masa Depan

JAKARTA,PenaMerdeka – Mengusung tema “Refleksi Gerakan Mahasiswa Dalam Meneguhkan Demokrasi Pancasila Guna Mencetak Generasi Parlemen Masa Depan” di SEMA Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Talk dan Training Legislatif, bersama anggota dewan.

Berlangsung di Aula Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, acara talk show itu menghadirikan narasumber Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Siti Masrifah dan anggota Komisi XI DPR RI, Willgo Zainar.

Dalam acara itu, Siti Masrifah mengungkapkan, mencetak parlemen masa depan dari kalangan muda di kampus sangat penting. Sebab, siapa yang tak mengenal istilah anggota dewan dan senator dalam suatu Negara. Mereka dipilih langsung masyarakat.

Lantas siapakah mereka, mengapa juga berbagai tindakan mereka baik di dalam atau luar gedung parlemen menjadi sorotan tajam media massa dan masyarakat.

“Tidak lain mereka merupakan wakil dari suara rakyat, dan ke depan mampu melakukan kebijakan dan langkah-langkah untuk Negara dan bangsa,” terang Masrifah, Rabu (23/5/2018).

Orang yang menjadi anggota dewan mengantongi semangat parlemen masa depan juga bisa dari mahasiswa. Sebab bicara senator dalam suatu Negara, kita akan melihat senator dalam “Negara Bayangan” yang lebih dekat dengan kehidupan kita sebagai mahasiswa. Karena adanya dewan mahasiswa atau senat, serta istilah lainnya.

“Bagaimanakah peran kita di lingkungan kampus serta pola hubungannya ke Negara maupun masyarakat, atau bagaimana peran kita dalam ruang lingkup kehidupan kampus itu sendiri?’’ ucapnya.

Kata politisi PKB ini melanjutkan, berbagai pertanyaan ini tak jarang muncul dalam benak para senator mahasiswa yang baru atau yang sedang menjalani tugasnya sebagai senat/dewan mahasiswa.

Oleh karena itu, dalam forum ini, saya mencoba menjawab pertanyaan singkat bahwa sekelumit cerita parlemen di Indonesia, kata Siti Masrifah ada sejarah panjang mengenai keberadaan anggota dewan di Indonesia begitu panjang, karena keberadaannya bersamaan dengan berdirinya NKRI.

“Indonesia memang sudah memiliki budaya untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan permasalahan, juga mempengaruhi corak dari parlemen masa depan kita dari masa ke masa,” terangnya.

Lebih dalam ia mengatakan, anggota dewan atau legislatif memiliki arti berwenang untuk membuat undang-undang.

“Parlemen merupakan salah satu lembaga politik untuk menopang demokrasi di Indonesia, adanya parlemen merupakan respon dari adanya kebutuhan Negara untuk membagi kekuasaan,” terangnya.

Bahkan menurut Mostesquie 1689, pemisahan kekuasaan (separation of power) ungkap dia, ini merupakan anggapan bahwa kekuasaan Negara seharusnya tidak diberikan pada orang yang sama untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang bekuasa, terdiri dari tiga macam kekuasaan.

“Pertama, kekuasaan legislatif atau kekuasaan membuat undang – undang (rulemaking function), kedua, kekuasaan eksekutif atau kekuasaan melaksanakan undang-undang (rule application function), ketiga, kekuasaan yudikatif atau kekuasaan mengadili atas pelanggaran undang-undang (rule adjudication function),” jelasnya.

Berdirinya Negara Indonesia, tidak lepas dari peran anggota dewan atau orang yang memang mewakili kepentingan rakyat yakni melalui peran lembaga legislatif. Karena itu pentingnya membangun parlemen masa depan sejak sekarang. (aputra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah