Soal Eksekusi Penahanan Terpidana Randy dan Roland, Ini Kata PN Tangerang

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Eksekusi penahanan terpidana Randy Parsaoran Panggabean (51) dan Roland P. Panggabean (40) yang masing-masing mendapat ganjaran penjara selama 1 tahun 6 bulan oleh PN Tangerang hingga sekarang belum dilaksanakan.

Dalam kasus yang merugikan PT Rasico Industry senilai Rp300 juta tersebut eksekusi penahanan belum bisa dilaksanakan lantaran disebutkan Kejari Tangerang pihaknya belum mendapat salinan dan kabar soal upaya banding keduanya.

“Kalau ada bunyi perintah untuk melakukan penahanan terpidana, langsung kita ekskusi,” ujar Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Kota Tangerang I Gede Adiaksa menjawab pertanyaan wartawan, Jumat (1/6/2018).

Menurut informasi yang dihimpun wartawan dari pihak PN Tangerang, kedua terpidana sudah menyatakan banding atas putusan yang dijatuhkan majelis hakim.

“Kedua terpidana memasukan memori banding pada 18 April 2018. Kini proses banding sudah berjalan,” ujar panitera yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara Humas Pengadilan Negeri (PN) Tangerang Muhammad Irfan, SH, soal penahanan terpidana Randy dan Roland menyebut kalau keduanya mengajukan upaya banding tetapi tidak ada masalah bagi hakim.

“Kalau satu orang dari dua orang terpidana yang menyatakan banding meski dalam satu perkara, tentu yang banding perkaranya diproses di Pengadilan Tinggi,” ujar Irfan.

Apalagi kalau kedua terpidana yang mengajukan banding, kata Irfan, tentu mereka akan menanggung risiko diterima atau ditolak.

“Soal ekskusi penahanan terpidana, itu kewenangan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Apakah mau ekskusi atau tidak, sepenuhnya menjadi kewenangan kejaksaan,” ucap Humas PN Tangerang itu.

Seperti diketahui Majelis Hakim yang diketuai oleh Tuty Haryati, SH, MH, dengan hakim anggota Gunawan Tri Budiono, SH dan Sun Basana Hutagalung, SH, MH, pada Rabu (4/4/2018) menjatuhkan vonis terpidana Randy Parsaoran Panggabean dan Roland P. Panggabean dengan hukuman masing-masing 1 tahun 6 bulan.

Putusan dengan nomor 946/Pid.B/2017/PN TNG dan nomor 947/Pid.B/2017/PN Tng terhadapa terdakwa Randy dan Roland yang dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan perbuatannya melanggar pasal 266 ayat (1) junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

Arias Rahadian, SH penasihat hukum Andreas korban yang dirugikan kedua terpidana, mengatakan, makna dari isi petikan putusan Nomor 947/Pid.B/2017/PN Tng pada pada nomor 3. Memerintahkan supaya dilakukan eksekusi penahanan terpidana.

“Seharusnya, jaksa tidak boleh ragu karena amar putusan majelis hakim yang tercantum di dalam petikan putusan dan salinan putusan sama,” ungkap Arias, Jumat (1/6/2018). (aputra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kota Tangerang 2019

Disarankan
Dirgahayu RI 73 Jazuli Abdillah