KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Menurut Helmi Djen Wakil Ketua Umum Relawan Jaringan Kerja Rakyat Bersama Jokowi (Jangkar Bejo), Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dianggap penting untuk menjabat orang nomor satu Indonesia lagi untuk yang ke dua kali.
Pasalnya, pembangunan ifrastruktur yang dilakukannya, bisa langsung membawa dampak ekonomi bagi masyarakat dari ujung timur hingga ke barat Indonesia.
Parameter Jangkar Bejo mendorong Presiden Jokowi untuk kembali maju karena keberhasilan suatu Negara lantaran adanya infrastruktur yang bagus. Karena roda ekonomi akan berjalan.
“Sebab akses distribusi dan angkut barang akan mudah didapat. Dan ini berpengaruh peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Helmi, ditemui penamerdeka.com, Minggu (10/6/2018).
Tentunya bukan faktor itu saja, tetapi ada banyak program pro rakyat yang digagas dan dijalankan Presiden saat ini. Jangkar Bejo bahkan soal pemerintahan Jokowi konsen terhadap pembangunan desa karena menggelontorkan program bantuan ke desa. Sebelumnya hanya Rp20 triliun tetapi kini ditingkatkan menjadi Rp60 trilun.
“Makanya kenapa kita anggap perlu dua periode karena dia (Jokowi) di periode pertama ini kami anggap sukses. Sepanjang belum genap 1 periode saja atau 3 tahun lebih menjabat banyak program pro rakyat sukses dijalankan,” ucap Helmi.
Lebih jauh kata Helmi, terkait pasangan Jokowi nama Ketum Golkar yakni Airlangga Hartarto ideal untuk didorong menjadi cawapres. Karena banyak prestasi yang dilakukan selama menjabat menteri.
“Golkar sudah lama menetapkan pak Jokowi menjadi Capres. Kita perlu mengawal programnya. Insya Allah supaya diberikan hidayah dan petunjuk supaya pak Airlangga diberikan kepercayaan menjadi cawapresnya pak Jokowi di Pilpres 2019,” ungkapnya.
Dia beralasan, Jangkar Bejo yang juga kebanyakan berangkat dari kader Golkar dan sudah mempunyai kepengurusan jaringan di seluruh provinsi dan tingkat kabupaten kota di Indonesia mengajak masyarakat mengawal dan mendorong pak Jokowi dan Airlangga.
“Kita anggap penting kalau pak Jokowi Presiden dan pak Airlangga wakilnya, sebab stabilitas pembangunan akan terjaga. Dan bagus buat kesinambungan,” tandas Helmi.
Dalam setiap kesempatan acara yang digelar Kemenperin dan lainnya, Presiden selalu hadir. Ini membuktkan kalau signal atau respon mengarah ke Airlangga Sucipto. Meskipun di tubuh Golkar ada mekanisme untuk mendorong kader internal maju dalam bursa capres ataupun capres.
“Sekarang ini tidak ada sistem Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Maka kita harus mengawal secara tuntas. Jangkar Bejo selaku relawan mendorong hal itu. Filosofi jaringan ini kalau jangkar itu kan istiqomah. Dan kalau Bejo itu kan dalam Bahasa Jawa keberuntungan. Bersama Jokowi mudah-mudahan sukses,” tandas Helmi. (deden)







