Gerindra Ads

Polisi Diminta Tindak Penambang Inkonvesional Kawasan Gunung Pinang Serang

0 670

SERANG,PenaMerdeka – Aktivitas penambang inkonvensional yang diduga ilegal dan beroperasi di dekat kawasan Gunung Pinang, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, sejumlah pihak meminta supaya aparat setempat segera melakukan tindakan hukum.

Saeful Bahri, Ketua Bidang Kominfo DPP Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN), menyebutkan, aparat penegak hukum supaya menindak tegas semua pengusaha penambangan yang beroperasi di sekitar lahan yang juga milik Kementrian Keuangan.

“Kami minta penegak hukum, Pemkab Serang, Provinsi Banten, proaktif menindak tegas yang melakukan penambangan tanpa mengantongi ijin,” ujar Saeful, setelah mengecek aktivitas penambang inkonvensional galian tanah, Jum’at (20/7/2018).

Menurutnya, kawasan itu kini semakin rusak bahkan hingga merusak fasilitas tower saluran udara tegangan tinggi (Sutet) yang nyaris roboh.

Tentunya hal ini akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bahkan tidak menutup kemungkinan akan ada korban jiwa jika Sutet itu roboh.

Dikatakannya juga, kita masih dalam menganalisa apakah wilayah itu sudah sesuai Perda dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) bahwa kawasan itu ada wilayah pertambangan jenis galian C.

Pasalnya kegiatan penambang inkonvensional illegal ini sudah berjalan lama sekali, bahkan bukan hanya tanah milik kementrian saja melainkan ada milik perseorangan dari seluas 77 hektar.

“Namun sepertinya sama sekali tidak ada pengawasan baik dari pihak Pemkab Serang maupun Pemprov Banten,” ucap Saeful.

Apalagi menurutnya, belum lama ini Polresta Serang telah melakukan garis polisi untuk beberapa alat berat dan drum bahan bakar dilokasi penambang inkonvensional yang disinyalir ilegal tersebut.

“Bahkan meminta keterangan Kepala Desa Sukadalem berdasarkan informasi dari masyarakat yang diduga mengetahui adanya aktivitas penambangan inkonvensional liar,” tandasnya. (abdul)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...