Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Urgensi Penyakit Gula Mahasiswi IPB Teliti Manfaat Ekstrak Kulit Buah Salak

0 306

BOGOR,PenaMerdeka – Melihat urgensi pengobatan penyakit diabetes mellitus (kencing manis), salah seorang mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB) Dea Nurafifah, melakukan penelitian pada ekstrak kulit buah salak.

Selain itu dalam penelitiannya ia juga menentukan riset aktivitas anti diabetesnya. Mahasiswa dari Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) juga dikabarkan melakukan penelitian pada salak Manonjaya sebagai bahan anti diabetes.

Dalam riset pada ekstrak kulit buah salak Dea dibimbing oleh Eti Rohaeti dan Irmanida Batubara.

Seperti diketahui, penyakit gula adalah salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. paling banyak diderita oleh masyarakat adalah diabetes mellitus tipe 2.

Tipe ini tidak disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah akibat kelainan dari metabolisme. Yakni meningkatnya kadar glukosa dalam darah akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan glukosa.

Dikutip dari laman resmi IPB, pada penelitiannya ini Dea menjelaskan bahwa berdasarkan hasil uji fitokimia pada kulit dan daging, buah salak mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, hidrokuinon, steroid, dan tannin serta beberapa jenis salak tertentu yang mengandung saponin.

“Jadi sebelumnya telah dilaporkan mengenai jenis senyawa aktif yang berperan sebagai anti diabetes pada ekstrak kulit salak Manonjaya yang banyak tumbuh di wilayah Tasikmalaya dan profil senyawa aktifnya.” “Sehingga diperlukan analisis lebih lanjut mengenai aktivitas antidiabetes ekstrak kulit buah salak Manonjaya secara in vivo dengan menggunakan ikan zebra sebagai hewan model,” jelasnya, Sabtu (27/7/2018).

Terinspirasi oleh kebiasaan masyarakat Jawa Barat yang biasa merebus kulit salak, kemudian air rebusan kulit salak itu dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah penderita diabetes.

Hal ini mendorong rasa keingintahuannya untuk meneliti senyawa apa yang terkandung dalam kulit buah salak yang dapat menurunkan kadar gula darah.

Dea juga mengatakan penggunaan hewan model berupa ikan zebra karena ikan ini memiliki beberapa keunggulan yakni ukuran tubuhnya yang kecil, kemampuan reproduksinya tinggi, serta memiliki embrio yang transparan dan mampu menyerap bahan-bahan larut air.

“Saya menggunakan ikan zebra dalam penelitian ini karena terdapat kesamaan genetik dan psikologi pada ikan zebra dan mamalia. Selain itu ikan zebra juga memiliki fisiologi berbasis sistem insulin mamalia,” katanya menambahkan.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Dea, aktivitas antidiabetes menggunakan ikan zebra menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah salak Manonjaya dari ekstrak kasar etanol dan fraksil etil asetat dapat menurunkan kadar gula darah ikan zebra yang diinduksi dengan aloksan. (ari)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...