BNN Gadungan Diringkus Polisi Usai Peras Warga di Bekasi

BEKASI,PenaMerdeka – Petugas Polsek Setu berhasil meringkus dua anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) gadungan di Kampung Serang RT 01/01, Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Keduanya ditangkap karena melakukan pemerasan terhadap warga sekitar. Devry alias Depi (38) dan Wawang alias Beto (40) diamankan beserta barang buktinya berupa uang Rp400 ribu.

AKP Wahid Key, Kapolsek Setu mengatakan, kedua BNN gadungan ini sudah melakukan pemerasan terhadap Roy Kamaludin (27) warga setempat.

Saat itu, Beto dan Depi ke rumah kontrakan korban dengan alih Roy kedapatan mengonsumsi narkotika. Tetapi korban membantah tundingan itu. Roy tak berani melawan tudingan pelaku lantaran mereka mengaku sebagai anggota BNN.

Bahkan BNN gadungan ini juga menunjukkan kedua pucuk pistol jenis FN, padahal kedua benda itu adalah korek api. Bahkan, keduanya mengancam korban dan bakal membawanya ke kantor.

Melihat korban itu ketakutan, pelaku menawarkan damai dengan catatan memberikan uang. Kepada tersangka, korban mengakui hanya mempunyi uang tunai Rp400.000. Awalnya Beto dan juga Depi menolak dan memaksa untuk memberikan uang damai sebesar Rp10 juta.

Merasa keberatan nominal yang dipatok, Roy bernegosiasi sampai diputuskan uang damai sebesar Rp2 juta.

“Dengan meminjam uang ke rekannya, korban meminta kelonggaran waktu serta bakal bertemu di depan SPBU di perkampungan setempat,” ujar Wahid pada Minggu (29/7/2018).

Roy kemudian melapor ke polisi atas kasus pemerasan itu. Berbekal laporan Roy, anggota pun kemudian menggerebek dua tersangka yang sedang menunggu korban di SPBU perkampungan setempat.

Awalnya mereka menolak sudah melakukan pemerasan, tetapi saat digeledah mereka tidak berkutik. Petugas menemukan dua korek api berbentuk pistol dan juga dua lencana penyidik BNN, borgol tangan dan borgol jempol serta empat ponsel.

”Pengakuan mereka baru pertama kali beraksi karena selama ini mereka bekerja sebagai sopir taksi online,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka anggota BNN gadungan itu dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan yang akan dihukum penjara di atas lima tahun. (ers/ewwy)

Disarankan
Click To Comments