Ini Statmen Satpol PP Soal Modus Mucikari PSK Kawasan Otista Beroperasi

KOTATANGERANG,PenaMerdeka – Mucikari Pekerja Seks Komersil alias PSK Kawasan Otista SPBU Gerendeng, Karawaci, Kota Tangerang sudah mempunyai modus dalam menjalankan usaha esek-eseknya.

Terungkap saat digelandang ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang pada Sabtu (28/7/2018) dini hari. Seorang wanita yang berprofesi sebagai Mucikar alias Germo yang tertangkap tangan dalam operasi petugas bahkan sedang mengandung 9 bulan ketika sedang negoisasi kepada pria hidung belang.

Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang, Kaonang, kepada wartawan mengatakan, sasaran penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 Tahun 2005 kali ini bukanlah para PSK kawasan Otista, tetapi para mucikarinya,

“Pagi ini sasaran kita tidak lagi para PSK. Namun, germonya yang kita tangkap. Mucikari yang bernama Hj. Ade Sainah berhasil kita amankan,” ujar Kaonang.

Dalam operasi penangkapan Mucikari kata Kaonang, tidaklah mudah. Sehingga, tim menerapkan beberapa strategi.

“Kita tidak bisa maen tangkap PSK kawasan Otista, mereka (mucikari.red) yang kita cari. Mereka juga sempat akan melarikan diri ketika melihat mobil Satpol PP. Jadi, kita lakukan pengintaian dulu dan penyamaran,” imbuh Kaonang.

Lanjut Kaonang, Mucikari yang berhasil diamankan rencananya akan diserahkan kepada pihak kepolisian. Menurut Kaonang, wanita tersebut (mucikari.red) telah melanggar hukum.

“Dalam penangkapan ini kita telah melakukan koordinasi dengan Polres Metro Tangerang Kota. Mucikari ini bisa di pidanakan karena telah menjual manusia,” terangnya.

Dijelaskan Kaonang, mucikari tersebut menawarkan para PSK kepada para pria hidung belang dengan harga bervariatif. Mulai 200 ribu rupiah, hingga 500 ribu rupiah.

“Wanita umur 21 hingga 25 dikenakan tarif 400 sampai 500 ribu. Untuk wanita setengah tua sebesar 200 hingga 300 ribu. Setelah, sepakat soal harga mucikari menghubungi PSK kawasan Otista sdatang ke lokasi,” pungkas Kaonang. (yuyu)

Disarankan
Click To Comments