KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Dinas Pendidikan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karang Tengah, Kota Tangerang menggelar pembinaan KKG (kelompok kerja guru).

Dibuka oleh Ketua K3S, Haini Boy. Kegiatan yang berlangsung Pada Kamis hingga Jumat 3 Desember 2018 itu, berlangsung di SDN Pondok Bahar 6 Kota Tangerang, dihadiri Kepala UPT Pendidikan Karang Tengah dan Ketua PGRI Karang Tengah.

Budi Triyanto, Ketua Panpel KKG UPT Karang Tengah mengatakan, pembinaan KKG itu bertujuan untuk menambah wawasan para guru yang ada di Kecamatan Karang Tengah, baik dari TK hingga SD.

“Initinya agar mereka tahu soal pengunaan kurikulum 13 yang sedang digunakan sekarang ini. Soal paham sih sudah, tapi sedikit terkendala dengan cara penilaiannya, karena disetiap akhir semester itu carannya selalu berbeda,” terang Budi, Kamis (2/7/2018).

Budi menambahkan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa menyamakan persepsi antar guru yang satu dengan guru yang lain.

“Maka kita sangat bersyukur sekali dengan adanya kegiatan ini, sebab kegiatan ini sudah dua kali dilakukan, maka kami berharap ini bisa rutin diadakan,” ungkapnya.

Lebih dalam ia mengatakan, kedepannya akan dilakukan secara bergantian, agar guru yang mengikuti KKG tidak itu-itu saja.

“Para guru sangat antusias dalam mengikitinya, selain mengerti akan kurikulum 13, mereka juga akan mendapatkan sertifikat untuk menaikan pangkat,” jelasnya.

Budi melanjutkan, untuk menaikan pangkat dari golongan 3A ke 3B membutuhkan tiga buah sertifikat, salah satunya sertifikat KKG.

“Misalnya sudah dapat sertifikat KKG bearti tinggal mendapatkan dua lagi, entah itu dari kegiatan PGRI atau kedinasan,” paparnya.

Di tempat terpisah, Nana Supian, Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Tangerang saat dihubungi PenaMerdeka.com mengatakan, pembinaan KKG adalah upaya Dinas untuk peningkatan kopetensi guru tentang etika, juga mempertajam pengetahuan tentang kurikulum 13.

“Meski tidak harus dipormalkan, namun KKG itu sendiri hanya untuk berbagi pengalaman guru-guru lain, itu inti pentingnya diketimbang hanya cerama-ceramah yang monoton,” tandas Nana. (aputra/hisyam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *