Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

KPAI Desak Pemerintah Bangun Sekolah Darurat Anak Korban Gempa Lombok

0 274

JAKARTA,PenaMerdeka – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah mendirikan sekolah darurat untuk anak korban gempa yang terjadi di NTB.

Pasalnya, terdapat 468 sekolah di Lombok yang mengalami kerusakan akibat gempa dengan skala 7,0 SR yang terjadi pada tanggal 5 Agustus 2018 lalu.

Retno Listyarti, Komisioner KPAI bidang Pendidikan mengatakan, desakan kepada pemerintah untuk mendirikan sekolah darurat ini bertujuan untuk pemenuhan hak anak untuk memperoleh pendidikan.

Kebutuhan dasar anak seperti kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan harus dipenuhi oleh Pemerintah, karena proses rehab dan rekonstruksi membutuhkan waktu sangat lama.

“Pemerintah harus mendirikan sekolah darurat, karena anak-anak korban gempa harus terpenuhi haknya atas pendidikan dengan tidak mengacu pada batas penetapan situasi darurat yang akan berakhir pada 11 Agustus 2018,” kata Retno dalam keteranganya, Sabtu (11/8/2018).

Retno memaparkan, mengingat bencana gempa ini sudah 2 minggu dan menyebabkan kerusakan bangunan sekolah, maka akan berpotensi membahayakan peserta didik.

“Tidak mungkin siswa diliburkan terlalu lama, oleh sebab itu, KPAI mendorong diselenggarakannya sekolah darurat dengan menggunakan tenda-tenda darurat di halaman sekolah,” paparnya.

Maka dari itu, KPAI mendorong Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk melakukan penilaian kelayakan bangunan sekolah.

“Penilaian kelayakan bangunan sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan darurat bagi anak-anak korban gempa.”

Maka itu KPAI meminta kepada Dinas Pendidikan mendirikan sekolah darurat tapi pemerintah dapat mengerahkan para Kepala sekolah, pengawas, guru dan pegawai agar melakukan update data kerusakan sekolahnya.

“Seperti jumlah ruang yang layak pakai, kursi meja kelas yang layak pakai dan menyusun rencana kegiatan pemulihan trauma atau trauma healing bekerjasama dengan dinas sosial dan kelompok-kelompok yang perduli dengan anak setempat,” tandasnya.

Dari laporan yang diterima KPAI dari Serikat Guru Indonesia (SGI), ada sejumlah sekolah yang sudah terdata mengalami kerusakan hingga 80% mengalami rusak berat.

Seperti diketahui pasca gemba NTB Sekolah sudah diliburkan sejak 29 Juli 2018. Disebutkan KPAI kebutuhan sekolah darurat dibutuhkan lantaran dikabarkan gempa susulan terus terjadi sehingga kondisi sekolah mengalami kerusakan yang bertambah parah.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...