JAKARTA,PenaMerdeka – Konstelasi politik 8 bulan menjelang pemilihan presiden 2019 pasca ditentukan bakal calon wakil presiden (cawapres) berpengaruh pada elektabilitas Capres (calon presiden).

Petahana Presiden Jokowi (Jokowidodo) dianggap Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA setelah mendeklarasikan Ma’ruf Amin sebagai cawapres dampaknya adanya penurunan elektabilitas mantan walikota Solo itu sebagai capres.

Menurut survei yang dilakukan LSI Denny JA, sebelum berpasangan dengan Ma’aruf Amin, elektabilitas Jokowi tercatat mencapai 53,6 persen. “Tetapi secara umum elektabilitas Capres Jokowi kini turun menjadi 52,2 persen,” ujar peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Menurut Adjie, penurunannya meskipun tidak signifikan, tetapi ada sejumlah segmen yang di sasar untuk perolehan suara yakni pemilih non-Muslim (22,8 persen), pemilih kaum terpelajar (40,4 persen), dan pemilih pemula (7,6 persen).

Hal sebelaiknya justru terjadi perbedaan untuk Capres Prabowo Subianto yang juga Ketum Partai Gerindra. Sebelum dipastikan dengan calon manapun elektabilitas Prabowo dipatok hingga sekitar 28,8 persen.

Namun, saat disandingkan dengan Sandiaga Uno mantan Wagub DKI Jakarta, elektabilitasnya justru naik menjadi 29,5 persen. Kenaikan elektabilitas Capres Prabowo dan Sandi disebabkan terjadi kenaikan pada segmen pemilih perempuan (4,8 persen), pemilih pemula (5,3 persen), dan segmen kaum terpelajar (7,1 persen).

Seperti diketahui Survei LSI Denny JA berlangsung pada 12-19 Agustus 2018 dengan margin of error survei sekitar 2,9 persen dan metode yang digunakan yakni multistage random sampling dari di 34 provinsi. (uki/dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *