Ada Broadcast Dugaan Mobilisasi ASN, Begini Tanggapan Bawaslu Kota Tangsel

0

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Beredar di Media Sosial (Medsos) adanya dugaan mobilisasi ASN atau aparatur sipil negara jelang pencoblosan Pilkada. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel disebut sudah mengetahui kasus dugaan rencana pengerahan struktur organisasi pemerintah tersebut.

Dugaan beredarnya pengerahan aparatur negara bermula dari chat grup WhatsApp beberapa hari terakhir.

Dalam grup WhatsApp Kelurahan Jurang Mangu, Kota Tangsel yang dibagikan Sekel Sidik dan kini bahkan sudah beredar di sejumlah jejaring pesan berantai grup lain disinyalir sebuah instruksi.

Intruksi hasil rapat itu salah satunya diduga dari orang nomor satu di Tangsel yakni walikota Airin Rachmi Diany.

Selain Airin Rachmi Diany, dalam hadir wakil walikota Benyamin Davnie, camat, OPD terkait.

Di Pilkada Tangsel kali ini, wakil walikota Benyamin Davnie digadang-gadang maju sebagai bakal calon walikota. Pria yang kerap disapa Bang Ben ini akan disandingkan dengan Pilar Saga Ichsan dari partai Golkar.

Ada empat poin isi dari rapat tersebut. Yaitu agar lurah/sekel segera melaporkan:

Satu, data pegawai mulai dari lurah, sekel, kasi, staf (lengkap nomor KTP dan nomor ponsel)

Dua, data RT dan RW (lengkap nomor KTP dan nomor ponsel)

Tiga, data tokoh (ada tomas, toga,topeng) lengkap nomor KTP dan nomor ponsel.

Empat, bantu mencari korts TPS, hari Jumat 19 Juni 2020 untuk dikumpulkan melalui PDF.

Adanya instruksi tersebut menggambarkan kalau petahana mulai mengerahkan kekuatannya untuk memenangkan pilkada.

Ketua Bawaslu Kota Tangsel Muhamad Acep mengaku sudah mengetahui adanya informasi soal instruksi pendataan yang dilakukan aparat pemerintahan.

Meski begitu dirinya tidak ingin terlalu gegabah menyimpulkan pelanggaran pemilu. Pihaknya masih akan melakukan rapat pimpinan.

Nanti kalau sudah diketahui kebenarannya baru akan dilakukan pemanggilan terhadap Sekretaris Kelurahan Jurang Manggu Timur Sidik.

Kata dia, Sidik dipanggil lantaran dalam grup WhatsApp itu diketahui yang menyebarkan hasil rapat tersebut.

“Kita lihat dulu benar apa tidaknya yang ada di grup WhatsApp tersebut. Apakah memang benar atau tidak. Soalnya kan yang beredar hanya screenshot aja,” katanya, saat dihubungi, Jumat (19/7/2020)

Acep mengungkapkan, hingga kini belum ada yang melaporkan dugaan pelanggaran di grup WhatsApp itu. Makanya, kalau ada yang merasa itu kategori pelanggaran, Bawaslu akan melakukan penyelidikan.

“Kalau ada yang merasa itu kategori pelanggaran silahkan melaporkan. Jangan hanya bicara di media saja,” ujarnya.

Sayangnya Sekel Jurang Mangu Timur Sidik tak bisa dihubungi. Beberapa kali dikontak nomornya dalam keadaan tidak aktif. (sg/red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE