KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Rocky Gerung mengatakan Kota Tangerang sebagai pintu gerbang Indonesia harus mencerminkan akidah politik sebagai kota multikultural.
Pasalnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang berada di Tangerang sebagai tempat kedatangan tamu dari berbagai negara, Kota Tangerang harus menyiapkan kota yang multikultural.
“Mempersiapkan Tangerang sebagai kota multikultural itu adalah semacam akidah politik pemerintahan. Karena sebagai pintu gerbang Indonesia, Tangerang akan berinteraksi langsung dengan dunia,” kata Rocky usai acara Monday Executive Sharing Session (MESS) di Ruang Akhlakul Karimah, Puspemkot Tangerang, Senin (27/8/2018).
Rocky memaparkan Kota Tangerang dari awal sudah ada kehidupan multikultural, hal tersebut terlihat dari variasi etnis yang hidup di Kota berjuluk akhlakul Karimah ini.
“Saya mengenal Tangerang dari waktu remaja, saya melihat variasi etnis yang ada, itu menandakan harga diri yang tinggi pada masyarakatnya,” paparnya.
Rocky mengungkapkan, masuknya informasi melalui jaringan yang dapat merubah demografi sosial suatu daerah, dapat terlihat dari setinggi apa konflik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang terjadi.
“Setiap Pilkada dapat terlihat, setinggi apa konfliknya, dan se-berkualitas apa debat publik diantara para kandidat, itu dapat dicatat oleh pers yang nantinya sebagai arsip, sehingga menjadi tolak ukur untuk daerah lainnya untuk menerapkan akidah politik itu sendiri,” ungkapnya.
Terkait pelayan publik ikut andil dalam politik, ia mengatakan, etika Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilu 2019 yaitu harus profesional menjalankan fungsinya sebagai pelayan publik.
Ketika ASN turut mengevaluasi terhadap keadaan politik di daerahnya, maka harus bisa memposisikan dirinya sebagai warga negara.
“Pelayan publik tidak boleh membuat evaluasi terhadap keputusan politik yang dibuat, tetapi sebagai warga negara dia harus punya argumen, apabila terjadi problem di masyarakat.”
“Akidah politik untuk ASN yang sebagai pelayan publik tidak boleh punya konflik batin, maka harus cermat dalam pikiran, bahkan juga gembira dalam menerima pengaduan dari masyarakat,” tandasnya. (ari tagor)







