Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Sidang Lanjutan Kasus Perakitan Senpi, Pengacara Ajukan Empat Permohonan

193

KOTA TANGERANG, PenaMerdeka – Tim Pengacara terdakwa Ahmad Rizki Amrillah (44) membacakan nota keberatan (eksepsi) pada sidang lanjutan kasus perakitan senpi (Senjata Api) di ruang sidang 6 Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (6/9/2018).

Diketahui, sidang kasus yang dipimpin Sherliwati selaku Hakim ketua, sempat ditunda selama seminggu atas permintaan kuasa hukum terdakwa untuk mempelajari surat dakwaan dari Penuntut umum.

Erlangga Swadiri, tim pengacara Ahmad Rizki Amrillah dalam eksepsinya mengatakan, pada surat dakwaan bernomor registrasi perkara PDM-521/TNG/7/2018 yang ditanda tangani oleh Suhaemi, SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dianggapnya ada banyak kejanggalan dan ketidak jelasan, sehingga dakwaan yang didakwakan terhadap Sdr. Rizki Bisa mengakibatkan dakwaan batal demi hukum.

“Salah satunya soal alamat terdakwa,” ungkap Erlangga saat membacakan eksepsi pada sidang lanjutan berlangsung.

Apalagi Erlangga memaparkan, dalam dakwaan JPU juga tidak menyebutkan tempat dan waktu kejadian tindak pidana itu terjadi sebagaimana diatur dalam pasal 143 ayat (2) huruf (b) Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Kami selaku kuasa hukum terdakwa, menilai bahwa surat dakwaan penuntut umum telah gagal dalam memberikan kejelasan mengenai perbuatan materil yang terdakwa lakukan,” tambahnya.

Dalam dakwaan JPU disebutkan, terdakwa membuat dan merakit senjata api menyerupai ramset gun, tetapi disisi lain JPU menyebutkan terdakwa membuat air soft gun revolver.

Di dalam surat dakwaan surat dakwaan tidak menyebutkan alat/mesin yang digunakan terdakwa untuk membuat senjata api sebagai barang bukti yang disita oleh Penuntut umum, seperti gerinda, besi dan mesin-mesin lainnya.

Dakwaan JPU juga disebutkan bahwa terdakwa Rizki memasarkan senjata api rakitan yang dibuatnya melalui media online seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Namun, tidak terdapat satupun akun media online atau buku tabungan yang memuat nomor rekening maupun Handphone milik tersangka yang disita sebagai barang bukti di dalam surat dakwaan penuntut umum.

“Ini dakwaan yang kabur (obscuur libel). Oleh karena itu, berdasarkan ketentuan pasal 143 ayat 3 KUHAP, dakwaan JPU harus dinyatakan batal demi hukum atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima.

“Kami pada sidang lanjutan ini memohon kepada majelis hakimnmemberikan putusan menyatakan surat dakwaan batal demi hukum atau setidak-tidaknya surat dakwaan tidak dapat diterima, memerintahkan kepada JPU untuk mengeluarkan terdakwa Ahmad Rizki Amrillah bin Maftuhin Kurdi dari tahanan,” tandasya. (ari/hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...