Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Pimpin Apel Siaga, Mendikbud Himbau Pendidikan di NTB Harus Tetap Berjalan

75

MATARAM,PenaMerdeka – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadzir Effendy menghimbau kepada pelaku pendidikan di (NTB) Nusa Tenggara Barat untuk terus melakukan kegiatan, meskipun dalam keterbatasan sarana dan prasarana akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

Himbauan tersebut disampaikan Mendikbud saat memimpin apel siaga Kembali sekolah yang dihadiri oleh perwakilan Guru, Siswa, Relawan dan Unit Pelayanan teknis kemendikbud di lapangan Bumi Gora, kantor Gubernur NTB, Kota mataram, Minggu (9/9/2018).

“Dengan dicanangkannya Gerakan Kembali Sekolah ini, untuk mempertegas kembali, apapun kondisinya, anak-anak NTB tidak boleh berhenti belajar. Tiada hari tanpa belajar,” kata Mendikbud dalam siaran persnya.

Muhadzir juga memberikan motivasi kepada para guru agar bersemangat untuk mendorong anak didiknya kembali bersekolah dan pendidikan di NTB tetap terus berjalan.

“Ya, paling anak-anak diajak untuk bergembira dulu. Gurunya bisa membuat anak didik merasakan the joy of learning (sukacita belajar) dulu,” tambahnya.

Selain itu juga Muhadzir menuturkan, untuk membantu beban guru, Kemendikbud akan menyalurkan tunjangan khusus bagi guru yang terdampak gempa di NTB. Dana bantuan tersebut telah disalurkannya melalui rekening BRI atas nama masing-masing guru yang telah terdata oleh pihak Kemendikbud.

“Untuk guru PNS sebesar 1,5 juta per-bulan, sedangkan untuk guru non PNS sebesar 2 juta rupiah setiap bulanya,” tutur mendikbud disambut gembira para guru.

Muhadzir memaparkan, sebanyak 5.298 guru di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok barat, Kota Mataram dan Sumbawa yang telah mendapatkan bantuan tunjangan khusus dari Kemendikbud.

Untuk kedepanya, dimungkinkan ada penambahan jumlah penerima bantuan, seiring dengan pemutakhiran data yang dilakukan kepada guru yang terdampak gempa NTB.

“Yang penting, jangan sampai yang tidak terdampak gempa mendapatkan tunjangan khusus. Saya titip kepada dinas pendidikan untuk benar-benar mendata guru-gurunya yang memang terdampak gempa,” paparnya.

Bantuan yang diberikan Kemendikbud kepada guru terdampak gempa NTB merupakan bentuk perlindungan kepada tenaga pendidik sesuai dengan Peraturan Mendikbud tahun 2017.

Di lokasi yang sama, Hirmawati, guru Taman kanak-kanak Aisyah Lekok, Kabupaten Lombok Timur mengatakan tunjangan khusus yang diberikan Kemendikbud kepada tenaga pendidik sangat membantu, khusunya untuk perbaikan tempat tinggal yang rusak akibat gempa.

“Tunjangan khusus yang saya terima ini, Insya Allah mungkin untuk membangun kembali tempat tinggal, dan sebagian lagi untuk membantu keluarga saya yang terkena musibah juga,” kata Hirmawati.

Selain memberikan tunjangan khusus kepada guru, demi berjalannya kembali pendidikan di NTB, kemendikbud juga akan menambah sebanyak 650 tenda untuk sekolah darurat.

“Target kita seratus persen siswa NTB kembali ke sekolah dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ungkap Mendikbud.

Muhadzir menandaskan, Kemendikbud terus melakukan inventarisasi sekolah-sekolah yang terdampak gempa, agar pendidikan di NTB bisa kembali berjalan seperti sediakala.

“Untuk sekolah yang mengalami rusak berat akan ditangani oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sedangkan untuk sekolah yang mengalami rusak ringan akan ditangani oleh Kemendikbud bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk memperbaiki sekolah tersebut,” tandasnya. (ari)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...