Pemkab Bekasi HUT RI Ke 75

KBM di Kabupaten Tangerang Bersiap Terapkan Sistem Ganjil Genap

KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang telah menyiapkan mekanisme dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) metode tatap muka di tengah pandemi covid-19.

Kegiatan belajar mengajar tersebut nantinya bakal berlangsung pada minggu ke-3 dan 4 di bulan Agustus 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Saifullah mengatakan, pihaknya akan mulai melakukan simulasi kegiatan belajar mengajar atau KBM dengan metode tatap muka di 1.013 sekolah jenjang SMP/sederajat dan SD/sederajat.

Dalam KBM tatap muka ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menerapkan sistem ganjil genap. Dimana, setiap anak yang masuk sekolah bakal diatur berdasarkan nomor absen.

“Jadi ada sistem ganjil genap, yang mana kita atur untuk metode pembelajarannya. Ada yang tatap muka dan ada juga yang online. Dan itu berdasarkan nomor absen,” katanya, Selasa, 4 Agustus 2020.

Ia mencontohkan, untuk hari pertama, yang ganjil akan melakulan proses KBM di sekolah, lalu yang genap melakukan KBM melalui daring atau metode online. Aturan ini pun dilakukan secara bergantian satu hari sekali.

Lalu, untuk tetap menjaga aturan dalam protokol kesehatan Covid-19, bagi pelajar yang melakukan proses KBM secara tatap muka, nantinya akan dibagi dua.

“Kita kan harus tetap physical distancing, jadi untuk yang di sekolah dibagi dua lagi, supaya di dalam kelas tidak terlalu banyak orang. Dan dalam pembagian itu kita gunakan metode shift, dimana ada kelas pagi dan siang,” ujarnya.

Pada metode shift ini, setiap anak hanya akan mengikuti KBM selama dua jam tanpa istirahat. Untuk kelas pagi diatur mulai pukul 07.00-09.00 WIB, lalu untuk kelas siang mulai pukul 11.00-13.00 WIB.

Sebelum pelaksanaan perdananya nanti di minggu ke-3, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan pun akan menyerahkan surat pernyataan kepada setiap orang tua atau wali murid untuk memperoleh izin, kaitan boleh atau tidak anaknya melakukan KBM di sekolah.

“Kita buat surat juga, jadi nanti orang tua mengisi setuju atau tidak si anak ini sekolah. Kalau tidak setuju, ya tidak masalah, berarti anaknya ini akan tetap belajar menggunakan metode online. Tapi, kalau setuju, semua alat pelindung seperti masker, tentunya ditanggung oleh orang tua atau wali masing-masing anak,” ungkapnya.

Sementara pihak sekolah pun tentunya diminta untuk menyiapkan beberapa fasilitas juga seperti alat pengecek suhu tubuh, tempat cuci tangan atau hand sanitizier, hingga cairan disinfekatan. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...