BEKASI,PenaMerdeka – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengajukan anggaran untuk program berobat gratis dengan mengenakan Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) di rumah sakit swasta. Sebab anggaran yang dialokasi dalam APBD 2018 terserap seluruhnya.
Tanti Rohilawati, Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti mengatakan, dalam APBD induk 2018 yang hanya dialokasikan dana senilai Rp113 miliar.
Dana sebanyak tersebut digunakan membayar klaim rumah sakit swasta sebesar Rp43 miliar untuk tagihan pada akhir tahun 2017.
”Sedangkan, Rp70 miliar lagi untuk membayar klaim rumah sakit swasta periode Januari-April 2018 soal program berobat gratis,” terang Tanti, Rabu (12/9/2018).
Maka dari itu, pihaknya mengajukan tambahan anggaran kepada Tim Anggaran Daerah. Hasilnya, sudah disediakan lagi dana hingga kisaran Rp124 miliar untuk kebutuhan hingga akhir Oktober 2018.
Namun, dana sebesar itu ternyata masih kurang. Karenanya pihaknya kembali mengajukan penambahan anggaran untuk Kartu Sehat berbasis NIK untuk kebutuhan November pada APBD perubahan 2018.
Diperkirakan kebutuhan anggaran selama November mencapai Rp25 miliar. Untuk klaim bulan Desember baru dibayarkan Januari 2019 sehingga anggarannya dialokasikan untuk APBD tahun depan.
Ia menjelaskan, melalui program kartu sehat itu, seluruh masyarakat di Kota Bekasi bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis.
”Kalau semua warga Kota Bekasi ditanggung dari premi BPJS Kesehatan, maka dana yang dikeluarkan mencapai Rp600 miliar lebih dalam hitungan setahun,” tuturnya.
Diketahui, jumlah penduduk yang ada di Kota Bekasi mencapai 2,6 juta jiwa, dimana 400 ribu diantaranya merupakan peserta dari jaminan kesehatan nasional yang ditanggung oleh pemerintah pusat, provinsi, dan juga daerah.
Apabila diintergasikan ke BPJS Kesehatan, maka pemerintah harus membayar premi untuk 2,2 juta jiwa penduduk Kota Bekasi. Kendati demikian, dana yang dibutuhkan bisa mencapai Rp607 miliar.
Tanti menambahkan, dengan dikeluarkannya Kartu Sehat ini, tingkat kesadaran masyarakat di Kota Bekasi untuk memeriksakan kesehatan meningkat tajam. Pengunjung rumah sakit swasta hingga September dengan mengenakan jaminan KS sudah menembus angka 675 ribu.
”Sebelumnya kan orang tidak mau periksa kesehatan karena harus membayar, sekarang dijamin oleh pemerintah dengan adanya program berobat gratis ini,” pungkasnya. (eres/ewwy)







