Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Mendikbud Optimis Sistem Zonasi Jadi Solusi Wajib Belajar 12 Tahun

211

JAKARTA,PenaMerdeka – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadzir Effendy optimis Sistem Zonasi pada penerimaan siswa baru jika dilakukan dengan beberapa langkah strategis dan kerja sama semua pihak akan menjadi puncak kebijakan pembenahan sistem persekolahan.

Hal tersebut di sampaikan Mendikbud saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pengembangan sistem Zonasi untuk pemerataan kualitas pendidikan tahun 2018 Region II di Jakarta, Senin (17/9/2018).

“Tugas kita saat ini adalah bagaimana mengurangi ketimpangan yang menganga, yang terjadi akibat struktur selama puluhan tahun,” Ungkap Mendikbud.

Muhadzir mengatakan, pengambil kebijakan di daerah harus memahami secara baik mengenai rangkaian kebijakan zonasi, karena pemerintah pusat semakin percaya bahwa pemerintah daerah mampu mengelola pendidikan. Hal itu tercermin dalam rencana alokasi transfer daerah pada anggaran fungsi pendidikan pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2019 yang semakin besar nilainya.

Mendikbud melanjutkan, saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan sebanyak 1900 zona. Ia meminta kepada peserta Rakor yang menjadi perwakilan pemerintah daerah untuk dapat bersama-sama menetapkan zona-zona di masing-masing wilayahnya.

“Pemda duduk bersama, lalu mengklarifikasi apakah zona yang kita tetapkan ini sesuai tidak dengan yang ada di lapangan. Lalu, bersama-sama melakukan penyesuaian agar lebih baik lagi. Untuk kedepannya, semua masalah pendidikan, pendekatannya menggunakan sistem zonasi,” tuturnya.

Muhadzir meminta kepada Dinas Pendidikan untuk dapat segera memulai pendataan siswa dan mengukur ketersediaan ruang belajar serta fasilitas pendidikan di tiap zona. Sehingga, nantinya tidak perlu lagi ada pendaftaran siswa di awal tahun ajaran seperti yang selama ini terjadi.

“Sejak jauh hari anak-anak sudah tahu nanti dia akan melanjutkan sekolah di mana. Nanti itu peran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk menentukan kapasitas di tiap-tiap zona. Dalam hal ini, Guru bimbingan konseling juga berperan penting dalam memberikan pembinaan siswa, untuk melanjutkan ke sekolah mana nantinya,” tegasnya.

jika penerapan sistem zonasi berjalan dengan baik, Muhadzir mengatakan dirinya optimis wajib belajar 12 tahun dapat terwujud. Menurutnya, sistem yang sudah dimulai saat ini dapat menjadi landasan yang kokoh untuk pencanangan target nasional, karena banyak negara maju yang sudah lama memberlakukan sistem tersebut.

“Saya yakin, kalau Zonasi ini sudah berjalan baik, maka kita akan segera mencapai wajib belajar 12 tahun. Anak-anak di luar sekolah dapat kita dorong untuk belajar, baik di jalur formal maupun non formal. Lembaga-lembaga pendidikan non formal nanti juga harus dimasukan ke dalam zona sebagai pilihan,” pungkas Mendikbud.(ari/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...