Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

PUPR Kabupaten Bekasi Enggan Kasih Data Pemohon Informasi, Ada Apa? Ini penjelasannya

0 185

KABUPATEN BEKASI,PenaMerdeka – Nurchaidir, Kepala Bidang PSDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi, enggan memberikan data dan informasi terkait pembangunan sumur bor/satelit tahun anggaran 2017 kepada pemohon informasi.

Ia mengakui lantaran merasa tidak enak kepada mantan Kabid PSDA sebelumnya yang dijabat oleh Daniel Firdaus, yang saat ini dijadikan sebagai saksi oleh KPK dalam kasus suap pembangunan megaproyek Meikarta.

“Saya tidak enak bang, sama pak Daniel kalau ngasih tahu data itu, lebih baik abang ketemu sama pak Daniel dulu aja buat nanya,” terang Chaidir kepada penamerdeka.com, Selasa (20/11/2018).

Kata dia, permohonan informasi data yang dimohonkan tersebut adalah tanggungjawab Kabid PSDA sebelum dirinya. Ia takut terjadi salah faham antara Daniel Efendi jika memberikan informasi data terkait Sumur Bor/Satelit tahun anggaran 2017.

“Permohonan informasi data yang diminta oleh pemohon tanggung jawabnya ada di pak Daniel kan. Saya takut nanti Daniel salah faham sama saya kalau kasih data itu,” tuturnya.

Sementara itu, mantan Kabid PSDA, Daniel Firdaus yang kini menjabat sebagai Kabid Pertanahan pada Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) ketika dikonfirmasi terkait hal dirinya mengatakan bakal menghubungi dan berkomunikasi dengan Kabid PSDA yang baru (Nurchaidir-red).

“Nanti saya komunikasikan terlebih dahulu kepada Pak Chaidir,” cakap Daniel tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Diketahui, proyek pembangunan sumur Bor/Satelit tahun anggaran 2017 itu sudah menyita perhatian publik Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, proyek senilai lebih dari empat miliar rupiah disinyalir merugikan negara lantaran dugaan ketidak sesuaian antara Rincian Anggaran Belanja (RAB) atau Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dengan fakta yang ada dilapangan. (Ers)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...