Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Soroti Kinerja Satu Dekade Pemkot Tangsel, Satu Mahasiswa Dibogem Petugas

0 225

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Puluhan massa dari Aliansi Gerakan Mahasiswa (AGMA) menggelar aksi unjuk rasa menyoroti kinerja satu dekade Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel).

Pada aksi yang digelar di depan kantor pusat Pemkot Tangsel, Selasa (27/11/2018), massa aksi yang tergabung dari 12 organisasi mahasiswa Tangsel bergantian berorasi, membaca puisi serta membawa kotak hadiah simbolik yang akan diberikan ke Pemkot Tangsel.

Aan Widjaya, salah satu orator aksi mengatakan, aksi unjuk rasa digelar untuk memberikan rapor merah kepada Pemkot Tangsel, karena memasuki usianya yang ke 10 tahun, menurutnya Pemkot Tangsel dinilai telah gagal menjalankan roda pemerintahan.

“Bahwasanya memasuki Satu dekade, Pemkot Tangsel dinilai mahasiswa masih belum becus menjalankan program pemerintahan seperti, pelayanan publik masih buruk, kesejahteraan belum merata, dan kita juga bawa bukti-buktinya,” Kata Aan usai orasi.

Aksi yang semula berlangsung damai. Namun, saat mahasiswa membentuk lingkaran erat mengelilingi simbolis bungkusan kado HUT Tangsel yang dibakar, tiba-tiba merangsek barisan petugas Polisi Pamong Praja yang hendak memadamkan api. Tak ayal, hal tersebut menyebabkan bentrokkan kedua belah pihak.

Gading Setia, Wakil Ketua III Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Pamulang mengalami luka memar di dahinya akibat bogem mentah usai dirinya diamankan oleh petugas gabungan yang berjaga dilokasi.

“Ini aksi damai, kami cuma orasi, mimbar bebas, dari pihak Satpol PP yang mukul saya. Kenapa harus ditangani dengan pukul-pukulan,” kata Gading sambil menunjuk dahinya yang memar.

Gading menuturkan, saat terjadi kericuhan dirinya hendak menolong seorang kawannya yang ditarik petugas, akan tetapi dirinya ikut ditarik dan dipukul petugas.

“Massa kami ada yang ditarik, saya mau menolongnya. Dan mereka orang tua, masa masih menggunakan kekerasan,” tutur gading

Tindakan refresif petugas tersebut disebut Gading sudah diluar batas. Oleh karena itu, ia menegaskan akan menempuh jalur hukum atas tindak kekerasan yang dilakukan oleh petugas tersebut.

“Kami akan visum untuk bukti hukum nanti. Hal ini juga menjadi bukti, bahwa ternyata di satu dekade umurnya, menghadapi kritik mahasiswa dengan tangan besi mengirimkan petugas bermental preman untuk mengacaukan aksi damai kami,” pungkas Gading. (yok/ari tagor)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...