Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Puluhan Sopir Truk Ngambek Pemberlakuan Perbup 47 Tahun 2018

0 190

KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka -Memasuki hari kedua pemberlakuan Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Tangerang Nomor 47 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Jam Operasional Kendaraan Bertonase Berat, menuai protes keras puluhan sopir truk tronton.

Penolakan tersebut dilakukan dengan cara memakirkan kendaraan truk pengangkut barang tambang di ruas Jalan Raya Legok-Malang Nengah Kabupaten Tangerang, sehingga mengakibatkan kemacetan di jalan yang berbatasan langsung dengan Parung Panjang, Kabupaten Bogor tersebut.

“Biarin saja, dari dulu ke mana saja pemerintah, sekarang baru diatur. Kalau mau tegas dari awal,” ucap seorang pengemudi truk bermuatan pasir yang enggan disebutkan namanya saat aksi penolakan, Sabtu (15/12/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai memberlakukan Perbup Nomor 47 Tahun 2018 pada hari Jum’at (14/12/2018).

Sementara itu AKP Lalu Hedwin Kasat Lantas Polres Tangsel, mengatakan, penolakan para sopir truk tronton terhadap pembatasan jam operasional tersebut, kini sedang dicarikan solusi, baik dari pihak Kepolisian, Dishub dan juga perwakilan demonstran.

“Soal protes sopir, lagi dimusyawarahkan,” kata Lalu

Pihak Kepolisian berharap agar persoalan demo puluhan supir truk tronton, yang mayoritas mengangkut tanah, pasir dan batu ini tidak terus berlarut, sehingga merugikan para pengguna jalan lainnya.

“Kita mengimbau agar dapat diselesaikan dengan musyawarah,” tegas Lalu.

Untuk diketahui, Jalan Raya Legok-Malang Nengah Kabupaten Tangerang, merupakan Jalur yang kerap jadi perlintasan truk pengangkut barang tambang, berupa pasir, batu gunung dan lainya, yang dibawa dari wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ari)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...