Dituding Perusak Baliho Demokrat, PDI-P: Jangan Nangis, Bawa ke Hukum

0 389

PEKANBARU,PenaMerdeka – Baliho Partai Demokrat dan gambar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pekanbaru, Riau, dikabarkan dirusak sejumlah orang.

Di musim politik jelang Pilpres ini PDI PDI Perjuangan dituduh sebagai perusak baliho Partai Demokrat dan SBY tersebut.

Tetapi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bahwa kader berlambang banteng moncong putih di Pekanbaru itu tidak terima atas tudingan tersebut.

Hasto menyarankan Partai Demokrat untuk menyelesaikan masalah ke jalur hukum. Bukan hanya menangis, kata Hasto.

“Lebih baik menempuh jalur hukum. Yang namanya pemimpin, tidak perlu sedikit-sedikit menangis ya,” sindirnya.

“Para kader tidak terima. Kader Ranting di Pekanbaru betul-betul tersinggung oleh pernyataan saudara Andi Arief (Wasekjen Demokrat),” ujar Hasto usai acara konsolidasi di Asahan, Sumatera Utara, Minggu (16/12/2018).

Buntut akibat tuduhan itu menurutnya, maka Ketua Ranting dan pengurus protes keras. Mereka sangat menyangkan lantaran tudingan yang dialamatkan kepadanya tanpa lebih dahulu melakukan kajian.

“Kenapa Andi Arief tanpa melakukan kajian bersama tiba-tiba melontarkan tuduhan,” ucap Hasto.

Hal ini tidak benar karena sudah melakukan pengecekan ke bawah, sebab pihaknya kata Hasto, sudah meminta kepadad Plt Ketua DPD PDIP Riau, Rokhmin Dahuri, untuk datang langsung mengecek tudingan dari partai berlambang Mercy itu.

“Pak Rokhmin Dahuri yang bertugas sebagai Plt Ketua DPD langsung ke sana,” ucapnya.

Menjelang Pilpres kali ini bahkan Hasto menyebut ada oknum yang tidak suka elektabilitas PDIP yang saat ini terus meningkat. Sehingga pihak tersebut menggunakan cara dengan memojokkan PDIP.

“Ada pihak yang mencoba karena elektabilitas PDIP terus naik, diganggu berbagai cara tetap naik, lalu kemudian mereka menyusup, mengadu domba,” jelas Hasto.

Sebelumnya, Andi Arief mengungkapkan, dari pengakuan pelaku, didapatkan keterangan bahwa ‘order’ perusakan atribut PD berasal dari PDIP.

Selain itu, diperoleh informasi bahwa pelaku berjumlah 35 orang, yang dibagi dalam 5 kelompok. (uki/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...