Edy Digoyang Miskin Prestasi & Skandal Mafia Skor, Resmi Mundur dari Ketum PSSI

0 355

JAKARTA,PenaMerdeka- Edy Rahmayadi secara resmi mundur sebagai Ketum PSSI. Sejak menjabat dia memang dituntut espektasi tinggi soal prestasi sepakbola Indonesia lantaran PSSI sudah kerap puasa gelar.

Pernyataan mundurnya Edy saat Kongres Tahunan PSSI yang berlangsung di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Minggu (20/1/2019). Sebelum menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara (Sumut), jabatan Ketum PSSI periode 2016-2020 memang lebih dahulu dipegang Edy.

“Begitu berat saya rasakan. Untuk itu sampaikan ke rakyat PSSI ini milik rakyat seluruh Indonesia yang diwakilkan ke kita. Saya tak mampu lakukan ini saya mohon maaf,” ucap Edy dalam pidato resminya, di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019).

PSSI di masa periodenya juga sudah kerap disorot karena pengurusnya yang rangkap jabatan, baik di kabinet PSSI hingga nyambi di klub peserta liga.

Tugas berat yang di emban PSSI dibawah komandonya harus mengantarkan Timnas sampai ke semifinal Asian Games 2018 di Jakarta. Nasib baik belum berpihak ke Edy, lantaran pasukan timnas dibawah besutan Luis Milla hanya sampai babak 16 besar.

Padahal, timnas dibawah Luis Milla dianggap pecinta sepakbola tanah air mempunyai prospek menjanjikan. Sayang ketika masa kontrak pelatih asal Spanyol itu berakhir PSSI kelimpungan, mengaku tak kuat membayar kontrak lanjutan Milla.

Belakangan bahkan, kasus yang lebih mencengangkan adalah adanya skandal mafia pengaturan skor di Liga Indonesia. Banyak yang nantinya terlibat dari pengurus PSSI hingga pihak swasta. Polisi langsung bergegas membentuk Tim Satgas Anti Mafia Sepakbola Indonesia.

Satgas dikabarkan sebelumnya sudah 2 kali memnanggil Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria. Tisha sempat hadir pada Rabu pekan lalu. Ia dimintai keterangan selama 18 jam di dalam ruangan tertutup Mabes Polri.

Selain Tisha, pengurus PSSI lain yang dipanggil adalah Wakil Ketua Umum Joko Driyono dan anggota exco Papat Yunisal. Papat juga menjabat sebagai ketua komite sepakbola wanita dan wakil ketua komite medis.

“Ada dua poin penting yang akan digali lagi satgas. Perihal regulasi, mekanisme pengaturan jadwal pertandingan dan penunjukan wasit pertandingan,” ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019) lalu.

Sementara yang kedua, menyangkut masalah dugaan penyimpangan anggaran dalam penyelenggaraan liga. Dugaan penyimpangan dana yang dimaksud adalah penggunaan dana dalam penyelenggaraan liga.

Dedi mengatakan, dugaan penyimpangan dana dan tindak curang match fixing saling berkaitan.

“Anggaran menyangkut masalah penyelenggaraan liga, ada kaitan match fixing terkait masalah liga-liga baik di Liga 3 dan Liga 2. Yang sudah terindikasi Liga 2, Liga 1 masih didalami,” Dedi menjelaskan.

Dedi menandaskan, pertandingan Madura FC melawan PSS Sleman menjadi pintu masuk satgas menelisik lebih jauh terkait kecurangan pengelolaan dana dan suap pengaturan skor di Liga 2.

Tak hanya itu, Satgas Anti Mafia Bola juga saat ini sedang memantau agenda Kongres tahunan PSSI 2019. (redaksi)

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE