Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Tangerang Pemilu 2019

Buntut Pemukulan Wartawan, Oknum Satpol PP Dibebas Tugaskan

0 218

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang berinisial AM dibebas tugaskan sebagai Komandan Pleton (Danton)

Sanksi tersebut diberikan menyusul dugaan pemukulan kepada salah satu wartawan saat meliput aksi demontrasi mahasiswa di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (30/1/2019) kemarin.

A.Ghufron Falfeli, Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Kententraman Masyarakat Satpol PP Kota Tangerang mengatakan sanksi yang diberikan kepada oknum AM diharapakan menjadi pelajaran untuk anggota Satpol PP lainya agar bisa lebih menahan diri dalam melakukan pengamanan.

“Sebelumnya yang bersangkutan komandan pleton E, saat ini kami bebastugaskan menjadi staff biasa di linmas, sanksi ini juga sebagai pembinaan agar yang lain nantinya dapat lebih berhati-hati dan menahan diri saat kegiatan pengamanan lainnya,” kata Ghufron, kamis (31/1/2019).

Dari insiden tersebut, Gufron mengaku, pihaknya akan melakukan evaluasi bagi seluruh anggota Satpol PP yang terlibat kericuhan, sehingga kedepannya tidak lagi terjadi insiden serupa.

“Saya secara pribadi dan institusi Satpol PP memohon maaf kepada rekan-rekan wartawan dan adik-adik mahasiswa, untuk itu kami dari jajaran Satpol PP akan mengevaluasi semua anggota yang saat itu bertugas,” tuturnya.

Pasca insiden berdarah yang terjadi saat pengamanan aksi unjuk rasa, Gufron menegaskan, jajaran satuan polisi pamong praja Kota Tangerang juga menarik tuntutan terhadap delapan orang mahasiswa yang diamankan Polres Metro Tangerang kota.

Selain itu, pihaknya juga membuat surat kesepakatan bersama mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi secara musyawarah tanpa ada tuntutan, baik pidana maupun perdata.

Gufron melanjutkan, Kesepakatan tersebut dibuat lantaran pihak Satpol PP dan mahasiswa mengakui insiden berdarah kemarin bukan hanya merugikan kedua belah pihak, akan tetapi merugikan masyarakat kota Tangerang yang lainnya.

“Kita sama sama tidak bisa mengendalikan diri, kami bukan melarang mahasiswa untuk menyuarakan aspirasinya, silahkan lanjutkan saya akan kawal tapi kita harus sama sama menjaga kondusifitas,” pungkasnya. (ari)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

HPN
Loading...