Polemik RUU Permusikan, Dik Doank: Musik Cuma Do-re-mi, Negara Benahi Hak Cipta Dulu

0 621

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan oleh Komisi X DPR RI menuai kontroversi para Pemusik Indonesia.

Pasalnya, dalam beberapa pasal yang tercantum di RUU tersebut, dianggap beberapa musisi menjadi belenggu kebebasan berekspresi.

Seperti dalam Pasal 5 RUU tersebut, berisi larangan pekerja musik membuat karya yang memprovokasi, menistakan agama, serta mendorong khalayak umum melakukan tindakan melawan hukum.

Menurut musisi tahun 90an, Dik Doank, daripada membatasi karya dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan, lebih baik negara membenahi hak cipta karya anak bangsa terlebih dahulu.

“Sebenernya soal musik itu hanya butuh do re mi fa sol la si do saja, terus disertai iman dan akhlak. Kalau negara ingin ikut campur, sebaiknya negara mengurus dulu hak ciptanya anak-anak bangsa. Bukankah negara dapat persentasi dari itu semua,” ucap Dik Doank kepada penamerdeka.com saat menghadiri acara Kopdar Start Up Enterpreneur di Mall Living World, Alam Sutera, Tangsel, Rabu (6/2/2019).

Saat ini, kata Dik Doank, di Indonesia masih banyak peredaran karya musisi yang dijual secara ilegal dengan terang-terangan.

Untuk itu, pengarang lagu digoda waria ini menegaskan, sebaiknya negara juga lebih baik menertibkan peredaran barang bajakan terlebih dahulu, jangan sampai RUU tersebut menjadi bumerang untuk negara.

“Jadi negara ini urus dulu jangan sampai dipasar yang resmi ada satpamnya, ada pintu gerbangnya, ada parkirannya, tapi masih jual bajakan. Jadi seniman itu tidak curiga atas apapun yang dilakukan pemerintah, karena ini akan jadi bumerang,” tegasnya.

Selain itu, seperti yang tercantum pada Pasal 32 Ayat (1) RUU Permusikan yang menyebutkan bahwa untuk diakui sebagai profesi, Pelaku Musik harus mengikuti uji kompetensi, Dik Doank mengatakan, hal tersebut juga perlu direvisi.

Karena menurutnya, walaupun bakat dan karya musisi tersebut bagus, tetapi kalau pecinta musik tidak tergerak untuk menyukainya, maka tidak enak pula untuk menikmati musik tersebut.

“Seni kan soal keindahan, jadi walaupun suara bagus, tetapi hati nurani kita tidak tergerak untuk suka, bagaimana kita mau menikmati,” katanya.

Soal polemik RUU Permusikan ini, Ia berujar akan membahasnya dengan para pegiat seni, khususnya yang berasal dari provinsi Banten.

“Saya sudah janjian juga, hari ini mau ketemu sama pegiat seni dari Banten, mau ngebahas RUU itu,” pungkasnya

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE