Wali Kelas Murid Berkebutuhan Khusus Bantah Lalukan Tindak Kekerasan di Bekasi

0 216

BEKASI,PenaMerdeka – Harry Mulyadi (40), merupakan wali kelas murid berkebutuhan khusus membantah lantaran diduga telah melakukan tindak kekerasan terhadap muridnya, JMH (11).

“Saya menyangkal, itu fitnah keji kepada saya. Saya tak pernah mencubit atau lakukan kekerasan sama JMH dan semua murid saya. Saya disekolah sudah 15 tahun mengajar,” terang Harry saat ditemui, Selasa, (12/2/2019).

Ia menjelaskan, meskipun berkebutuhan khusus, JMH dinilai lebih baik dan tidak perlu ada yang dikoreksi saat disekolah.

“JMH fine-fine saja, tidak perlu ada tindakan korektif apalagi korektif secara fisik. Kita ada dua murid yang berkebutuhan khusus,” tuturnya.

Menurut Harry, satu murid berkebutuhan khusus lebih banyak membutuhkan perhatian sehingga didudukkan di dekat meja guru. Sedangkan, JMH dinilai sudah mandiri, serta sudah bisa menulis dan membaca.

Mengenai dugaan penganiayaan yang terjadi lantara persoalan JMH lupa membawa buku pelajaran matematika saat pelajaran berlangsung, juga dibantah oleh Harry.

Dia menjelaskan, saat itu dirinya tak sama sekali menanyakan perihal buku pelajaran matematika kepada JMH.

“Saya tidak menayakan soal buku matematika. Hari Kamis itu saya tak intens karena tidak perlu tindakan korektif terhadap anak,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, JMH yang merupakan kelas III sekolah dasar (SD) berkebutuhan khusus di Jakasampura, Bekasi Barat, Kota Bekasi diduga dianiaya wali kelasnya.

Tidak terima dengan perlakuan dari pihak sekolah, Sugih (43), orang tua JMH melaporkan kejadian ini ke Polrestra Bekasi Kota dengan dengan nomor LP/367/K/II/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota. (ewwy)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...