Ads Helmi Halim

Pemuka Warga Baduy Banten Beberkan Soal Alasan Penolakan Dana Desa Rp 2,5 M

0 259

KABUPATEN LEBAK,PenaMerdeka – Warga Baduy di Desa Kanekes, Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, masih menjaga tradisi dan alamnya. Hingga menolak bantuan Dana Desa dari Pemerintah Pusat karena beranggapan efeknya akan menghilangkan kelestarian di Baduy.

Seperti diketahui bahwa anggaran dana desa memang sudah mulai digelontorkan sejak beberapa tahun lalu oleh pemerintah Joko Widodo (Jokowi).

Anggaran yang diberikan pemerintah untuk pembangunan bagi warga di Desa Kanekes dikabarkan senilai Rp 2,5 miliar.

Menurut Saija, pemuka adat sekaligus Kepala Desa Kanekes, soal alasan penolakan dana desa dalam anggaran tahun 2019 yang nantinya akan dipergunakan untuk perbaikan dan pembangunan jalan akan mempermudah sosial masyarakat Baduy dengan dunia luar.

Setelah adanya pembangunan akses jalan dan fasilitas umum maka kata Saija akan merusak pelestarian adat warisan leluhur mereka.

“Kami menolak bantuan dana desa karena khawatir hal itu merusak pelestarian adat dan budaya warga di sini,” katanya, melansir Antara, Kamis (14/2/2019).

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pemkab Lebak, Rusito, pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak atas keputusan warga Baduy tersebut.

“Kami sangat menghargai dan menghormati penolakan masyarakat Baduy itu,” kata Rusito.

Rusito menjelaskan, tujuan pemberian bantuan dana dalam bentuk bantuan desa bagi warga desa Baduy adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, salah satunya dengan perbaikan dan pembangunan jalan, penerangan listrik, dan alat-alat elektronik.

Hingga saat ini, permukiman warga Baduy di Desa Kanekes, Lebak, termasuk kategori desa tertinggal.

“Saya kira warga Baduy menerima bantuan dana desa cukup besar dibandingkan dengan desa lain, karena masuk kategori desa tertinggal,” katanya menjelaskan.

Akibat penolakan tersebut, dana Rp 2,5 miliar untuk warga Baduy kemungkinan akan digunakan untuk pengalokasian tahun 2020 bagi desa lain. (ersya/dbs)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...