Helmy Halim ads

AP II Kukuhkan Terminal 2F Bandara Soetta Jadi Terminal yang ‘Irit Ongkos’

0 245

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Sebagai wujud komitmen meningkatkan pariwisata di Indonesia, operator Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), PT Angkasa Pura II (AP II)(Persero) tengah menyiapkan Terminal 2F menjadi low cost carrier (LCC).

Persiapan menjadikan Terminal 2F sebagai terminal yang menawarkan ketentuan tarif yang lebih murah dengan terminal lain di Bandara Soetta telah mendapat respons positif dari Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata.

“Hari ini kami (Kemenpar dan AP II,red) membahas kami akan secara formal mengoperasikan Terminal 2F sebagai LCCT pada 1 Mei mendatang. Sesuai dengan arahan dari pak Presiden,” terang Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, Kamis (21/3/2019).

Awaluddin menjelaskan, strategi menjadikan Terminal 2F sebagai LCC agar segmentasi setiap terminal berbeda. Khususnya di Bandara Soetta yang memiliki Terminal 1,2,3 dan nanti bakal ada Terminal 4.

“Ditambah lagi nanti akan dibangun terminal khusus umrah, sehingga perlu ada segmentasi di setiap terminal. Kami sudah melaporkan ke Menteri perhubungan dan Responsnya positif,” katanya.

Termasuk juga, kata Awaluddin, hari ini kepada Menteri Pariwisata PT Angkasa Pura II sudah melakukan pemaparan.

“Secara teknis Pak Menpar minta pengalokasian parking stand dan contact stand maskapai khusus LCC minta ditambah. Karena kan untuk supporting pariwisata salah satu yang menambah volume inbound traffic atau foreign tourist arrivals dari LCCT,” tuturnya.

Hal teknis lain yang diprioritaskan adalah pelayanan simple yang tak terputus. Sebab, penumpang LCC kebanyakan budget traveler yang memang dari sisi waktu, biaya, kemudahaan, khususnya memerlukan kecepatan sampai ke lokasi tujuan.

Layanan yang berbasis digitalisasi juga dinilai sangat membantu, disamping konsep layanan yang berbasis self service.

“Selain itu dari sisi udara pun, ground time LCC berbeda dengan full service carrier. Kalau LCC paling lama satu jam, sedikit sekali ground time,” jelasnya.

Awaluddin menambahkan, tarif maskapai juga dimungkinkan tidak flat. Nantinya diferensiasi tarif, artinya dapat dinamis. Contohnya untuk maskapai yang landing atau take offnya pada malam hari, itu sangat berbeda dengan kalau mereka take off atau landing malam hari.

“Kenapa? Kalau dimalam hari okupansi traffic sedang turun. Sehingga, kita juga dapat terus mengoptimalkan atau mengutilisasi terjadinya peningkatan alat produksi kita yang sebelumnya idle,” tandasnya.

Sementara itu, Febri Toga Simatupang, Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Soetta menambahkan, saat ini flow keberangkatan domestik dan internasional untuk terminal LCC tengah proses pengerjaan.

Pengerjannya mulai dari konter Imigrasi, flow kedatangan, ruang Karantina Ikan, ruang Aviation Secutity, ruang custom, ruang Karantina Hewan dan Tumbuhan, perkantoran ground handling, K9 custom, serta pemasangan karpet.

“Terminal 2 ini terdiri dari tiga sub terminal, yaitu D,E dan F. Terminal 2D menjadi terminal domestic. Sedangkan, terminal 2E sebagian menjadi terminal domestik dan sebagian LCC dengan Terminal 2F,” imbuh Febri.

Pada Terminal LCC ini, nantinya bakal ada 10 maskapai yang beroperasi. Dalam waktu dekat, juga tercatat dua maskapai lagi yang bergabung yakni Indigo dari India dan Zandong dari Cina.

Sementara, Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, kedatangan dirinya ke gedung Airport Operation Control Center atau AOCC dalam rangka mempersiapkan akses udara untuk mencapai target 20 juta wisman.

“Khususnya persiapan untuk LCCT, karena tanpa ada LCCT sulit target tercapai. Diketahui pertumbuhan LCC didunia mencapai 20 persen. Sedangkan yang full service carrier hanya 5 persen.”

“Kita mulai dari Terminal 2F Bandara Soetta. Dengan ini diharapkan bulan pada Mei mendatang sudah benar-benar fully operation,” tambah Arief Yahya. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Zulfikar turut berduka
Disarankan
Loading...