KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – PT PLN (persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menggelar pertemuan dengan 70 pelanggan kategori industri berskala besar di Hotel Solitaire, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
Dody D Pangaribuan, General Manager PLN UID Banten mengatakan, pertemuan ini sebagai langkah guna terciptanya pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten dengan pasokan yang handal dan layanan prima.
“Kami melakukan penandatanganan program promo LWBP dengan 50 pelanggan. Program ini diharapkan meningkatkan kemampuan produksi perusahaan industri. Sehingga, pertumbuhan ekonomi di Banten terus berkembang maju,” terang Dody usai pertemuan, Selasa (30/4/2019).
Pihaknya juga menyampaikan, suhu optimis atas pertumbuhan perekonomian semakin meningkat. Dimana, dalam beberapa tahun kedepan adanya rencana penyambungan daya listrik total daya 459 MVA. Berikut
Dikontribusi oleh pelanggan yaitu, PT LOTTE CHEMICAL INDONESIA ( Kebutuhan daya mencapai 199 MVA), Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung ( Kebutuhan daya mencapai 100 MVA), PT Multimas Nabati Asahan /Wilmar (kebutuhan daya mencapai 30 MVA) dan PT Gunung Mulia Steel (kebutuhan daya mencapai 120 MVA).
Keempat industri itu dipasok dari 9 (sembilan) pembangkit besar diantaranya adalah (PLTGU Muara Karang, PLTU Muara Karang, PLTU Suralaya, PLTGU Cilegon, PLTU Labuan, PLTU Lontar, PLTU LBE, PLTU Pelabuhan Ratu, dan PLTP Salak) pasokan saat ini sebesar 5.098 MW.
Sedangkan, untuk pemakaian tertinggi adalah sebesar 3.467 MW, kondisi saat ini juga berdaya cadangan listrik masih sangat mencukupi dengan surplus daya sebesar 1.631 MW.
“Hal ini merupakan keseriusan dan jaminan kami untuk seluruh pelanggan. Bahwa, untuk pengembangan investasi di Wilayah Banten sangat terbuka dan terjamin kesiapan pasokan energi listrik,” tukas Dody.
Selain itu juga, PLN UID Banten melakukan MoU dengan PT Chandra Asri Perkasa yang merupakan anak perusahaan dari PT Chanda Asri Petrochemical untuk kebutuhan daya 160 MVA. (hisyam)







