Ads Helmi Halim

Habib Abdullah bin Alwi Soal Hikmah Nahan Lapar dan Mendidik Nafsu saat Puasa

0 168

PenaMerdeka – Al Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad (1634-1720), seorang ulama besar dari Yaman, dalam kitab An-Nashoihud Diniyah memberikan nasihat indah soal hikmah menahan lapar. Dia juga bicara cara mendidik nafsu saat puasa di Bulan Suci Ramadhan.

Betapa agungnya ibadah puasa hingga Allah SWT berfiman dalam satu hadits Qudsi yang diriwayatkan langsung Nabi Muhammad shallallallahu alaihi wa salam (SAW). “Setiap amalan manusia untuknya kecuali puasa, sebab ia hanya untuk Ku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung”.

Rasulullah SAW pun bersabda bahwa Bulan Suci Ramadhan adalah bulan kesabaran dan pahala kesabaran merupakn surga. Sabda Beliau: “Permulaannya rahmat, tengahnya adalah ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.”

Al Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad menuturkan, bahwa termasuk sunnah adalah menyegerakan buka ibadah puasa dan berbuka dengan kurma. Namun, apabila tidak menemukannya, maka diperbolehkan berbuka puasa dengan air.

Orang yang berpuasa hendaknya makan sedikit. Hal itu dimaksudkannya supaya nampak pengaruh puasa padanya dan ia pun bisa mendapat hikmahnya dan mencapai tujuannya yakni, mendidik nafsu dan melemahkan keinginan.

“Karena rasa lapar sangat berpengaruh besar dalam menerangi hati dan kekuatan anggota badan dalam beribadah. Sedangkan, kekenyangan penyebab kekerasan hati dan kelalaian serta kemalasan untuk melakukan ketaatan,” tutur Habib Abdullah.

Kata Habib Abdullah, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tidakah anak Adam mengisi wadah yang buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makan untuk menegakkan tubuhnya. Jika ia tak dapat menghindarinya, maka sepertiga perut itu untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya dan sepertiga untuk nafas.”

“Laparnya anggota tubuh itu adalah ibarat usaha dan keinginannya yang sangat melampiaskan kesenangannya. Maka lidah suka bicara, mata suka memandang dan telinga mendengar. Begitu pula anggota tubuh yang lainnya,” jelas Habib Abdullah Al-Haddad.

“Bangkitnya anggota tubuh itu adalah untuk mencari kelebihan dari kesenangannya ketika perutnya penuh. Ketika perut kosong, maka diamnya dan ketenangan anggot tubuhnya itulah yang diungkapkan istilah kekenyangan anggota tubuh dan hal itu dapat disaksikan,” lanjutnya.

Habib Abdullah Al-HaddadAl-Haddad menambahkan, yang termasuk adab puasa ialah tidak terlalu banyak mengurusi dunia di Bulan Suci Ramadhan. Namun, mengkhususkan diri untuk beribadah kepada Allah SWT dan menyebut nama-Nya sebanyak mungkin.

“Janganlah mengurusi dunia, kecuali bila mendesak bagi kebutuhannya atau anak-anak yang wajib diurusi. Hal itu disebabkan Bulan Suci Ramadhan di antara bulan seperi kedudukan Jum’at di antara hari-hari. Oleh karena itu, orang mukmin diminta menjadikan hari Jum’at dan bulan ini khusus untuk akhiratnya,” imbuhnya. (hisyam)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...