Jelang Libur Lebaran, WH Minta Pengelola Wisata Banten Bandrol Tiket Masuk Wajar

0 294

BANTEN,PenaMerdeka – Menjelang liburan lebaran Idul Fitri 1440 hijriyah, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) meminta pengelola objek wisata pantai di Banten supaya mempersiapkan kenyamanan pengunjung wisatawan.

Kata mantan Walikota Tangerang itu, pelayanan kepada wisatawan termasuk menjaga kebersihan lingkungan objek wisata.

“Harus bersih dari sampah, toilet dan fasilitas umum lainnya juga yang layak. Jangan sampai pengunjung menjadi kapok gara-gara objek wisatanya kotor dan tidak nyaman,” ucap WH kepada wartawan, Kamis (23/5/2019).

Pengelolaan wisata yang baik dan tertib menurutnya bakal meningkatkan kunjungan wisatawan di Banten. Pasalnya, pasca tsunami kondisi pariwisata Banten saat ini sedang lemah.

“Termasuk penentuan tiket masuk ke tempat objek wisata. Kasih tarif wajar, tiket harga parkir dan harga makanan bagi pengunjung harus wajar jangan melambung,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, menghadapi libur Lebaran mengaku sudah menggelar rapat koordinasi dengan dinas/lembaga terkait.

Sejumlah pihak yang diundang dalam rapat koordanasi tersebut, diantaranya kepolisian, TNI, Basarnas, Balawista, BMKG, pemantau gunung anak Krakatau serta unsur lainnya.

“Kami sudah melakukan rapat kordinasi dengan pihak terkait. Intinya untuk melakukan pemantauan jalur wisata dan di destinasi wisata pada saat libur Lebaran,” kata Eneng.

Ada empat hal yang ditekankan kepada pengelola objek wisata dan juga kepada kabupaten/kota dalam menghadapi libur lebaran.

“Karena ini menyangkut surat edaran Menteri Pariwisata yakni, pertama kabupaten/kota harus memantau pengelola destinasi. Yakni menentukan tiket masuk yang sesuai standar. Dan juga termasuk harga makanan sesuai pada umumnya serta tiket parkir,” kata Eneng.

“Pengaturan dan pengelolaan sampah kadang dibiarkan saja. Paling dibersihkan sore-sore agar besok paginya bersih, sepanjang ada pengunjung itu harus tetap dijaga kebersihannya dari sampah. Siapkan tempat sampah yang layak serta petugas yang cukup,” kata Eneng..

Pengelola harus meminimalisir tindak kriminal di kawasan wisata. Dan pengelola perairan terbuka wajib memiliki petugas penyelamat wisata air minimal dua orang setiap objek wisata.

“Jika belum mampu menyiapkan SDM-nya silahkan berkoordinasi dengan Badan penyelamat wisata tirta (Balawista),” pungkas Kadis. (ersya)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...