DLH Tangsel Angkut Sampah Sisa Banjir Secara Bertahap

0 128

KOTA TANGSEL, PenaMerdeka – Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) secara bertahap mengangkut sampah sisa banjir di Perumahan Pondok Maharta, Kelurahan Pondok Kacang, Pondok Aren.

Satu truk pengangkut terpantau sudah dipenuhi sampah dari warga blok H, RT 10 RW 09, Pondok Maharta, akibat banjir yang terjadi pada awal tahun 2020.

Kepala Seksie Pengelolaan Sampah DLH Tangsel, Rastra Yudhatama, mengatakan, untuk mengangkut sampah sisa banjir dikerjakan secara bertahap.

Terkait sampah yang menumpuk di Pondok Maharta, kata dia, DLH Tangsel sudah mengerahkan sebanyak 3 sampai 4 armada pengangkut sampah.

“Sebelumnya di Maharta kita sudah kerjakan, tapi memang bertahap pengerjaannya. Hari ini kita lagi ngerjain di RT 8,9,10. RT 1 sampai 7 sudah beres, tinggal di RT 11 dan 12 Maharta saja yang belum,” kata Yudha saat di konfirmasi melalui pesan singkatnya, Kamis (9/1/2020).

Selain Pondok Maharta, Yudha juga mengatakan, hari ini pihaknya menerjunkan armada pengangkut sampah ke perumahan Sekretariat Negara (Setneg) yang juga berada di wilayah Kecamatan Pondok Aren.

“Selain di Maharta, hari ini armada kita juga ke Perumahan Setneg,” pungkas Yudha.

Sementara, Mami Mantovani, Sopir truk sampah DLH mengatakan, sampah sisa banjir yang terletak di pinggir jalan Raya Pondok Maharta sudah diangkut Jumat (3/1/2020) lalu.

Namun, kata dia, keesokan harinya, warga sudah membuang sampahnya kembali, karena warga RW 09 tidak punya tempat penampungan sampah sementara.

“Hari Jumat setelah banjir surut kita sudah angkutin sampah yang dipinggir jalan itu mas, cuma hari Sabtunya warga sudah buang sampah sisa banjir di rumah kosong blok E itu, beda sama warga RW 10 yang ada di seberang, kalau yang di seberang punya tempat penampungan sampah mas,” kata Mami saat ditemui di Pondok Maharta.

Setiap harinya, Mami mengungkapkan, petugas kebersihan bisa dua sampai tiga kali balik, untuk mengangkut sampah dari satu titik lokasi banjir, ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kalau di TPAnya cepat, kita bisa sampai dua atau tiga kali balik mas, angkut sampahnya,” tandas Mami. (ari tagor)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...