Limbah B3 Diduga Milik PT Cemindo Tersimpan di Area Madrasah Disidak DLHK Banten

PIHAK CEMINDO MASIH TUTUP MATA

0

KABUPATEN LEBAK,PenaMerdeka – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten, Kamis (19/3/2020) mengambil sample limbah bata isolasi (bata api) yang disinyalir milik PT Cemindo Gemilang di Kampung Sukarasa, Desa Pamubulan, Bayah, Kabupaten Lebak.

Limbah yang berada di lokasi sebuah sekolah Madrasah Diniyah itu langsung dibawa petugas.

Menurut Dendi, Kepala Seksi Penegakan Hukum DLHK Provinsi Banten pihaknya sengaja mengambil sampel limbah guna keperluan uji laboratorium.

Dendi melanjutkan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 Tentang Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3), bata isolasi atau bata penahan panas bekas pakai industri termasuk limbah B3 kategori 2 (dua).

“Bata isolasi termasuk limbah B3. Terapi setelah dilakukan uji lab, nanti hasilnya akan kita publish,” kata Dendi ditemui di lokasi, Kamis (19/3/2020).

Sementra Juhani Kepala Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah membenarkan perihal limbah bata isolasi itu merupakan bekas pakai perusahaan semen merah putih PT Cemindo Gemilang.

Informasi yang diketahuinya bahwa limbah tersebut yang akan dibawa ke Jakarta oleh transporter (perusahaan jasa pengangkut barang).

Tetapi sebelum dibawa ke Jakarta, terang Juhani, transporter terlebih dahulu menyimpannya di lokasi ini.

“Awalnya ada sekitar 1.000 ton disimpan di situ. Yang ngambil dari pabrik itu transporter, kemudian disimpan di situ,” kata Juhani.

Juhani mengklaim bahwa dirinya pun sempat meminta barang mirip batako itu ke pihak transporter sekitar 20 ton untuk keperluan pembuatan pondasi.

“Saya mintanya bukan dari PT. Cemindo, tapi dari transporter, saya nggak tahu kalau itu limbah berbahaya, dan saya juga sempat tanya ke pihak transporternya, katanya nggak berbahaya, dia kan lebih tahu. Bahkan katanya, limbah dari semua pabrik semen dia yang ngambil, diolah lagi kemudian dikirim lagi,” terangnya.

Masyarakat setempat menganggap pihak perusahaan tidak bertanggung jawab dan seolah tutup mata. Padahal limbah tersebut berbahaya untuk lingkungan dan warga.

Sementara itu, Head of HRGA and Supporting Group PT Cemindo Gemilang Bayah Ari Wahyu saat dikonfirmasi belum bersedia memberikan keterangan.

“Nanti ya, saya akan koordinasi dengan divisi lain,” singkatnya. (yd/red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...