1285 Calon Gagal Berangkat, Penjelasan Kemenag Kota Tangsel Soal Pengambilan Pelunasan Dana Haji

0

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Sebanyak 1285 calon jamaah haji Kota Tangsel dipastikan mengalami penundaan berangkatan rukun Islam ke lima tahun 2020. Kemenag Kota Tangsel menyebut bagi warga yang mengalami penundaan keberangkatan tetap bersabar lantaran pada 2021 mendatang setelah pandemi Covid-19 tetap akan terjadwal sebagai peserta haji.

“Ada 1285 jamaah haji asal Kota Tangsel yang mengalami penundaan pemberangkatan pada tahun 2020 ini,” kata Abdul Rojak Kepala Kemenag Kota Tangsel dihubungi penamerdeka.com, Sabtu (6/6/2020).

Dia melanjutkan pasca pengumuman pembatalan keberangkatan dari pusat, Kemenag Kota Tangsel sempat banyak mendapat pertanyaan dari calon jamaah. Hanya saja pihaknya dapat menjelaskan bahwa keberangkatan memang dikarenakan wabah virus corona. Gagalnya pemberangkatan memang berawal karena alasan kesehatan, kemanan, serta keselamatan para jamaah dan ini diharapkan bisa dimengerti oleh semua pihak.

“Awalnya banyak yang bertanya, ada yang WA dan telepon ke saya langsung. Tetapi nanti kami akan berkirim surat resmi kepada jamaah haji terkait alasan pembatalan ibadah ke tanah suci itu. Nanti kita akan libatkan tokoh agama, alim ulama untuk memberikan pencerahan ke calon jamaah bahwa pembatalan ini karena alasan kesehatan (covid-19). Tidak ada lain-lain,” ungkap Abdul Rojak.

Lalu kata dia, pemerintah membuka bagi jamaah yang akan meminta uang setoran pelunasan haji untuk kembali. Memang harus ada syarat yang harus dipenuhi. Dan nanti Kemenag Kota Tangsel akan berusaha mengurus pengembalian uang pelunasan yang sudah disetorkan secara utuh tanpa dikurangi satu rupiah pun.

“Masyarakat yang akan mengambil pelunasan setoran hajinya bisa kita urus dengan membawa bukti pelunasan dan rekening hajinya, nomor kursi atau juga paspornya. Karena uangnya kan ada di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Uang pelunasan utuh tanpa dipungut biaya administrasi sepeserpun,” ucapnya.

Kita Kemenag Tangsel, terkait pencairan dana pelunasan haji yang akan diambil peserta akan mengeluarkan surat rekomendasi ke Kemenag Provinsi Banten lalu diteruskan ke Kemenag RI. Nanti setelah selesai pengurusan syarat administrasi maka uang setoran yang diminta akan masuk ke rekening calon jamaah haji masing-masing.

“Kalau duitnya (setoran pelunasan, red) diambil ya berarti dia (calon jamaah) harus bayar lagi nanti pas pelunasan mau berangkat haji tahun 2021. Tapi kalau membatalkan berarti dia harus daftar ulang lagi dari awal” tukasnya.

Maka itu Abdul Rojak meminta agar para calon jamaah haji yang ditunda pemberangkatannya pada 2020 ini untuk bersabar. Karena hal ini sudah menjadi keputusan pemerintah pusat untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Calon jamaah haji yang mengalami penundaan pemberangkatan harap ikhlas dan banyak berdoa dengan keputusan ini. Meminta kepada yang kuasa agar diberikan kesehatan, umur yang panjang supaya bisa berangkat pada tahun 2021,” pungkasnya. (yud/red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE