Efek Hantaman Covid-19 Kementerian BUMN Usulkan Naikan Tiket Garuda

0

JAKARTA,PenaMerdeka – Kementerian BUMN berencana akan mengusulkan kenaikan harga tiket maskapai Garuda Indonesia. Opsi tersebut demi menyelamatkan kondisi perusahaan pelat merah dari efek hantaman pandemi covid-19.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan pembatasan pengangkutan penumpang di era kenormalan baru (new normal) tentu memukul kinerja keuangan maskapai nasional tersebut. S

ebab, maskapai hanya diperbolehkan mengangkut penumpang 50 persen dari total kapasitas kursi pesawat.

“Jangan-jangan kita perlu juga untuk menaikkan tiket Garuda, karena dengan hanya setengah yang bisa diisi oleh Garuda pesawatnya itu sangat berat dengan kondisi sekarang” kata Arya dalam diskusi online Amanat Institute, Jumat, (5/6/2020) kemarin.

Karena itu, Kementerian BUMN tidak ingin nasib Garuda Indonesia berakhir seperti Thai Airways maupun maskapai lainnya yang bangkrut imbas virus korona.

“Kalau Garuda berhenti cukup berbahaya bagi kita juga, bayangkan kita enggak ada (maskapai nasional) penerbangan lagi nanti, Lion Air juga sudah habis,” ujar Arya.

Opsi untuk menaikkan tiket juga dilontarkan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Ia mengatakan tidak ada yang bisa menjamin kondisi ini kapan akan berakhir.

Apabila tarif dinaikkan, ia menjamin harganya akan masuk akal dan tidak membebani penumpang.

“Problem di kita kalau berlangsung lama ada implikasi ke finansial, pilihannya kita naikkan harga boleh enggak? Tentu dengan harganya bisa diterima masuk akal. Saya tidak gunakan ini untuk cari kesempatan, kita minta pengertian penumpang, memastikan agar kita bisa bertahan hidup sampai situasinya leat,” tutur Irfan.

Di sisi lain, pemerintah juga memberikan dana talangan sebesar Rp8,5 triliun yang merupakan pinjaman. Dana talangan ini bisa berbentuk tunai atau garansi yang harus dikembalikan ke pemerintah.

Dana talangan tersebut akan digunakan sebagai modal kerja dan tidak digunakan untuk pelunasan sukuk atau utang jatuh tempo. Dana  tersebut dipinjamkan oleh Kementerian Keuangan untuk memperkuat perusahaan pelat merah di tengah pandemi covid-19.

“Yang sudah disepakati tapi belum ditandatangani adalah untuk modal kerja, rencana efisiensi yang dilakukan oleh Garuda,” tukasnya. (rur)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE