Broadcast Dugaan Dukungan Guru di Pilkada, Kadisdikbub Tangsel Ogah Dikait-kaitkan

KASUS BROADCAST DUGAAN DUKUNGAN ASN SEMPAT BEREDAR

0

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Kembali beredar broadcast indikasi pengerahan dukungan jajaran Pemkot kepada salah satu bakal pasangan calon (Paslon) di Pilkada Kota Tangsel. Kali ini berbeda kasus, penyerahan data indikasi dukungan guru Kota Tangsel juga sudah merebak di media sosial (medsos).

Broadcast yang bermula dari grup WhatsApp Gugus 20 Ciputat Timur sudah beredar luas di pengguna dunia maya. Dalam broadcast yang terkini itu meminta agar data KTP beserta domisili pegawai tidak segera dikirimkan.

Bermula dari grup WhatsApp Gugus 20 Ciputat Timur yang berisi himbauan kepada guru di Tangsel.

“Assalamualaikum bapak2 dan ibu Ada himbauan untuk menunda dulu pengiriman data alamat pegawai Berupa Alamat KTP dan Alamat Domisili Terima kasih Atas Perhatianya” “Infokan kepada teman2 guru dan kepsek lewat Arahan pak kadis”

“Ini Wa bu herlina umpeg”

Sementara Kepala Dindikbud Kota Tangsel Taryono membantah adanya arahan untuk menunda pengiriman data pegawai dan guru. Dirinya menyebut broadcast yang tersebar bohong.

“Saya pastikan Hoax,” katanya saat dimintai keterangan, Minggu (21/6/2020).

Taryono mengaku tidak mengurusi pendataan guru dan sebagainya. Ia berkilah saat ini tengah disibukkan penerimaan siswa baru.

Belum lagi pembelajaran siswa di tengah new normal yang tentunya menguras tenaga dan pikiran.

“Banyak yang saya kerjakan sekarang. Masa lagi kondisi begini saya buat arahan soal data guru beserta domisilinya. Ada-ada saja,” ungkapnya.

Meski begitu Taryono enggan mencari tahu siapa yang membuat broadcast penundaan penyerahan data. Apalagi sampai melaporkan ke pihak berwajib.

Mantan guru ini menegaskan dirinya tidak mau dikaitkan dengan kontestasi pilkada yang akan berlangsung akhir tahun ini.

“Kalau broadcast itu terkait pilkada saya tidak mau dikaitkan. Itu urusan politik. Ngapain saya ngurusin. Sebentar lagi juga saya pensiun. Saya ingin tenang,”ujarnya.

Sementara itu ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel Muhamad Acep mengaku belum tahu soal beredarnya broadcast soal penundaan data guru.

Ia pun enggan berandai andai apakah isi dari broadcast tersebut masuk kategori berkaitan dengan pilkada.

“Saya bekerja berdasarkan data, penyelidikan dan lain sebagainya. Tidak bisa langsung ambil kesimpulan hanya melihat isi broadcast,” ujarnya.

Sebelum beredar soal penundaan data guru, ada juga broadcast tentang permintaaan pendataan pegawai, tokoh masyarakat dan sebagainya. Bawaslu Kota Tangsel tengah menyelidiki pesan berantai tersebut.

Bahkan dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap Sekretaris Kelurahan Jurang Mangu Timur Sidik yang diduga pertama kali menyebarkan broadcast tersebut. (sg/red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan

Tinggalkan pesan

Alamat email anda tidak akan disiarkan. Penamerdeka.com tidak bertanggung jawab dengan isi komentar, tulisan komentar sepenuhnya tanggung jawab komentator sesuai aturan UU ITE