Walikota Bekasi Tatap Kekeh Siswa Boleh Belajar Tatap Muka

MESKI KOTA BEKASI BELUM ZONA HIJAU COVID-19

0

BEKASI,PenaMerdeka – Walikota Bekasi, Rahmat Effendi tetap kekeh memperbolehkan siswa belajar tatap muka. Meski, wilayahnya belum masuk kategori zona hijau dari pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, meski Kota Bekasi berstatus zona kuning, pihaknya mengaku mampu melakukan penanganan secara cekatan jika ditemukan kasus baru.

“Jadi gini, kalau kita mau masuk zona hijau tidak ada deerah yang hijau sekarang, tapi pada saat pemerintah (daerah) mampu menekan, memutus mata rantai penularan,” kata Rahmat, Selasa, (14/7/2020).

Mampu dalam hal ini menurut dia, sarana dan prasarana penunjang penanganan sudah terpenuhi. Misalnya kata dia, Pemkot Bekasi memiliki sumber daya kesediaan rapid test, polymerase chain reaction (PCR) swab test dan rumah sakir rujukan yang memadai.

“Seperti yang saya sampaikan, dari evaluasi angka kematian kita nol (sejak beberapa pekan terakhir), tingkat kesembuhan 100 persen, sarana dan prasarana terpenuhi,” paparnya.

Kata Rahmat, istilah adaptasi memang harus dijalankan di masa-masa seperti saat ini. Sebab, kebutuhan masyarakat tidak bisa menunggu kepastian kapan vaksin atau obat Covid-19 dapat ditemukan.

“Adaptasi kan berarti penyesuaian, kalau kita berpangku kepada zona hijau terus kecuali pemerintah pusat dan daerah memberikan jaminan obat ada dan vaksin ada,” terangnya.

Rahmat mengaku, terobosannya untuk memberikan izin sekolah belajar tatap muka sudah melalui surat ke Gubernur dan Kementerian Pendidikan. “Sudah buat surat, tapi masa kita ngejar-ngejar jawaban, yang pentint kita sudah menyampaikan,” tegasnya.

Pria yang akran disapa Pepen ini juga tetap mengikuti pedoman SKB Empat Menteri terkait prosedur membuka sekolah kegiatan belajar tatap muka.

Hanya saja, aturan wajib zona hijau untuk kabupaten/kota agar dapat melaksanakan belajar tatap muka belum terpenuhi di Kota Bekasi.

“Kita sudah melakukan sesuatu, kita sudah lewat dari orang lain, apakah kita masih trus menunggu, kan anak-anak juga jenuh, orangtua juga, kita punya kemampuan itu (penanganan Covid), jadi jalan saja, menurut saya,” terangnya.

Berdasarkan data dari situs penanganan Covid-19 Kota Bekasi, corona.bekasikota.go.id, kasus positif aktif hingga hari ini sebanyak 25 orang. Secara kumulatif, kasus warga Kota Bekasi terkonfirmasi positif Covid-19 hingga hari sebanyak 471 kasus.

Angka tersebut cenderung meningkat pada Minggu (12/7/2020) kemarin. Angka kasus Covid-19 secara kumulatif diangka 456 kasus. (Ewwy)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...