Kisruh Kredit Fiktif, Direktur Bank Banten: Gak Ada, Fiktifnya dari Mana

STATUS BANK BANTEN TERGOLONG BARU

BANTEN,PenaMerdeka – Dugaan kredit fiktif manajemen Bank Banten senilai Rp188 miliar tahun 2017 dilaporkan ke Bareskrim Polri pada 27 juli 2020 oleh warga Banten, yakni Mochamad Ojat Sudrajat.

Direktur Bank Banten Kemal Idris membantah dugaan kredit komersial fiktif yang dituduhkan selama ini.

“Jadi gak ada kredit fiktif, itu harus ditanya ke yang melapornya, bahasa fiktif kan berati palsu, nah palsunya dari mana,” ucap Kemal saat ditemui usai pembahasan APBD Perubahan di Pendopo Lama, Kota Serang, Rabu (5/7/2020).

Ia menegaskan jika Agunan atau jaminan nasabah debitur juga ada. Selain itu, kalau kredit koorporasi pasti ada tujuannya, baik itu untuk modal kerja atau untuk investasi.

“Namanya kredit pasti tujuannya ada. Agunan juga ada. Nasabahnya palsu gak ada lah. Kalau ada pasti sudah ketahuan dari dulu, tidak mungkin nunggu 3 sampai 4 tahun,” katanya.

Ia menjelaskan, status Bank Banten menjadi Bank Dalam Pengawasan Intensif (BDPI) oleh otoritas jasa keuangan (OJK) itu, bukan karena kredit macet, tetapi karena beberapa faktor, seperti nilai Non Performance Loans (NPL) Bank Banten, masalah kecukupan modal.

“Pokoknya banyak faktor kalau bicara status itu, tidak hanya satu faktor, misalnya masalah kredit. Tidak, tidak hanya itu, tapi banyak faktor,” jelasnya.

Dia menyebut bahwa Bank Banten statusnya termasuk baru. Mayoritas kreditnya dari PNS pensiunan. Ditanya jaminanya, yaitu gaji dan SK, sementara Kredit koorporasi masih sangat kecil, paling 5 sampai 10 persen.

“Jadi koorporasi masih kecil, itu juga rata rata koorporasi banyak yang kontraktor APBD. Paling ada beberapa kredit mikro, seperti bantu-bantu UMKM saja,” katanya. (dra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...