Pemkab Bekasi HUT RI Ke 75

Sistem PPDB Lemah, Dindikbud Banten: Lapor Oknum ‘Penitip’ Siswa

MASUK NEGERI HARAP ONGKOS LEBIH MURAH

BANTEN,PenaMerdeka – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten mengklaim proses PPDB SMA/SMK Negeri di Banten belum berjalan maksimal.

Sebelumnya, disebut ada persoalan saat proses PPDB tahun 2020 yang mengatur ‘siswa titipan’. Hal itu sempat dipertanyakan sejumlah perwakilan masyarakat.

Jaringan Sekolah untuk Semua (JARSUS) sempat membeberkan kepada DPRD Banten terkait sistem PPDB 2020 yang dianggap jauh dari rasa keadilan.

JARSUS mempertanyakan proses PPDB tahun 2020 di SMAN 10, SMAN 3, SMAN 9, SMAN 5. JARSUS mengklaim mengantongi data hasil audit proses PPDB.

Koalisi Masyarakat Tangerang Bersatu (KMTB) juga mempertanyakan hal serupa kepada penyelenggara PPDB di SMAN13, SMAN 3 dan SMAN 12 akibat dugaan pelanggaran proses PPDB.

Tak ayal, banyak siswa potensi masuk dalam zonasi sekolah dan mengantongi prestasi tetapi tereliminasi. Kini mereka harus melanjutkan pendidikan di sekolah berlabel swasta yang besaran biayanya jauh dari sekolah negeri.

Plt Kadindikbud Banten M Yusuf mengatakan, ketika ada pihak sekolah yang bermain di PPDB online merupakan oknum.

“Kalau ada oknum, cari dan buktikan lalu laporkan ke inspektorat. Kita ingin di praktik PPDB tidak boleh ada yang pungli atau melakukan kecurangan lainnya,” katanya.

Sementara Kabid SMA Dindikbud Banten Rudi Prihadi mengaku sistem PPDB masih memiliki kelemahan, sehingga perlu dilakukan perbaikan di segala lini.

“PPDB ini bukan sekata-kata pelaksanaanya, tapi lebih kepada persiapan bagaimana kita menyikapi Peraturan Menteri (Permen) serta Peraturan Gubernur (Pergub) dan Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB.” Katanya kepada penamerdeka.com, Kamis (6/8/2020).

Ia juga manegaskan jika segala bentuk pelanggaran kegiatan PPDB harus diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kalau memang ada pelanggaran, kami mendukung agar dibawa ke ranah hukum,” tegas Rudi. (dra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...