75 Tahun Merdeka! Makam Sejarah Buyut Mawuk di Tangerang Nampak Terlantar

MAKAM BUYUT HANYA BERATAP KAIN

KABUPATEN TANGERANG,PenaMerdeka – Kondisi cagar budaya makam Buyut Mawuk di Kampung Mauk Utara, Desa Mauk, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang terlihat miris terlantar.

Bagaimana tidak, kondisi makam Ki Mawuk kendati Indonesia sudah merdeka atas penjajah selama 75 tahun, tetapi hanya berada di permukiman warga. Kondisi terkini pun hanys diapit tembok serta jalan perkampungan.

Tidak hanya itu, makan berukuran 2×1 meter hanya beratap dua helai kain berwarna putih dan biru.

Terlebih, papan nama yang bertuliskan ‘Makam Buyut Mawuk, Situs Cagar Budaya Sejarah Daerah Mauk Tangerang’ hanya terbuat dari kayu.

Padahal saat ditelusuri sejarahnya, ternyata sosok Buyut Mawuk memiliki peran sangat penting ketika zaman penjajahan kolonial Belanda pada akhir abad ke-16.

Ia merupakan tokoh sentral dalam melakukan mediasi terhadap saudagar yang datang ke Mauk.

Tidak hanya itu, konon dirinya juga turut membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia dari tangan Belanda dari daerah Tangerang.

Pegiat Sejarah Tangerang, Entis Sutisna Sumapriyatna mengatakan, Kecamatan Mauk memiliki sejarah yang panjang. Nama Mauk sendiri diambil dari sosok tokoh masyarakat yang bernama Buyut Mawuk tersebut.

“Beliau saat massa perdagangan dulu merupakan tokoh sentral antara pedagang yang datang ke Mauk melalui transportasi air laut. Mauk dahulu merupakan salah satu pusat perdagangan,” terang Entis, Minggu (16/8/2020).

Makam Buyut Mawuk di Kampung Mauk Utara, Desa Mauk, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Setiap melakukan mediasi atau perdagangan, Ki Mawuk serta pedagang yang mayoritas berasal dari Tiongkok bertemu di Tugu Mauk atau berada di pertigaan Jalan Raya Mauk. Di sekitar tugu itu dahulu, menjadi pusatnya perekonomian warga sekitar.

“Tugu itu sudah ada sejak dahulu dan menjadi titik pertemuan. Tidak hanya itu, Buyut Mawuk juga turut berjuang melawan para penjajah,” ujarnya.

Walaupun namanya terkenal di kalangan masyarakat sekitar, tetapi masih banyak juga yang belum mengetahui sejarah Buyut Mawuk. Padahal, Buyut Mawuk sebagai sosok pejuang pada massa perlawanan terhadap penjajah.

Sementara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dikabarkan tidak memiliki anggaran pelestarian untuk cagar budaya penting itu.

Mengingat, situs cagar budaya ini merupakan warisan yang memiliki massa dan dimensi nyata untuk ilmu pengetahuan generasi sekarang.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang, Achmad Surya Wijaya mengaku, pihaknya tidak memiliki anggaran untuk pemeliharaan sejarah Makam Buyut Mawuk.

“Yang ada pembinaan daya seni, belum ada untuk perawatan cagar budaya,” ujar dia. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments