Sosialisasi sanitasi depot air minum digelar di aula Puskemas Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Kamis (28/7). Hadir sebagai nara sumber Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Puskesmas Panunggang dr. Hj. Harmayani. MPH dan Ade Mistawijaya perwakilan Asosiasi Pengusaha Depot Air Minum Indonesia (APDAMI) Tangerang Raya.

Hj. Harmayani, Kepala UPT Puskesmas Panunggangan mengaku bahwa program sosialisasi ini baru pertama kali dilakukan tetapi kedepan akan menjadi kegiatan rutin. dilaksanakan di Puskesmas Panunggangan semenjak saya bertugas dari tahun 2010.

Menurut Hj. Harmayani, sosialisasi yang dihadiri pengusaha 20 depot air ini sangat penting. Ia beralasan semakin banyak depot yang berada diwilayah kerjanya, ia menyebutkan data bulan Juni 2016 saja ada 20 Depot Air Minum Isi Ulang (Damiu) di lima keluruhan di bawah Kecamatan Pinang.

Masih kata Hj. Harmayani, hal ini merupakan tugas bersama antara pihaknya dan Damiu. Pasalnya, ketersediaan air yang aman dan layak komsumsi dan terpenuhi kepada masyarakat adalah menjadi tujuannya. “Damiu adalah mitra Puskesmas, karenanya kebutuhan air minum masyarakat adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Seperti diketahui, bahwa Damiu adalah yang melakukan usaha pengolahan air baku menjadi air minum dalam bentuk curah. Kemudian mereka dapat menjual langsung kepada konsumen atau masyarakat langsung.

Depot air minum yang tumbuh saat ini menurut Hj. Harmayani belum terawasi dengan baik, dari internal maupun eksternal. Sejumlah problem yang masih muncul adalah kondisi higienis dan sanitasi, proses desinfeksi yang tidak memenuhi syarat, dukungan pemerintah yang kurang, serta koordinasi lintas sektor dan program serta peran asosiasi adalah hal perlu dibenahi secara bersama.

Masih kata Kepala UPT Puskesmas, sebenarnya untuk depot ada aturannya setiap enam bulan sekali harus dicek. Ada 3 hal yang akan dicek yaitu fisik, kimiaiawi dan mikrobiologi hasilnya diserahkan ke Labotorium Kesehatan Daerah (Labkesda). (wahyudin/puji)

Loading...