Sejumlah proyek pembangunan fisik milik Pemerintah Kota Tangerang di keluhkan para Lurah. Pasalnya para kontraktor terkadang terlambat dalam berkoordinasi memberikan laporan kepada pejabat wilayah yaitu Lurah, malah terkadang tidak ada koordinasi sama sekali.
Hal Ini diungkapkan oleh Nana Sumarna Lurah Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, menurutnya dari sejumlah proyek pembangunan di wilayahnya kerap para kontraktor tidak melapor sehingga malah terkesan takut di mintai uang.
Masih kata Lurah Cimone Jaya ini melanjutkan, bahwa bahwa laporan pihak kontraktor sejatinya hanya sebagai bahan catatan bagi pihaknya saja. Sehingga ketika Walikota melakukan evaluasi atau ada persoalan kaitan pembangunan di wilayahnya ia mengaku akan ada jawaban karena sudah mengantongi data atau masukan dari pemborong tersebut.
“Apabila terjadi persoalan di lapangan pihak kelurahan bisa membantu. Jangan sampai Kelurahan baru tau ketika ada persoalan,” ungkapnya kepada penamerdeka.com, Minggu (31/7)
Harapannya pihak kontraktor bisa bekerjasama dengan baik, sehingga pembangunan di wilayah berjalan lancar.
Terkadang kata Nana bahwa temuan di lapangan adalah kerap sebuah pengerjaan proyek tidak memiliki papan proyek, sehingga pihaknya kesulitan dalam mencari data. Apalagi pelaksana proyek sulit ditemui.
“Jangan pernah takut di mintai uang, yang penting pembagunan bisa berjalan dan hasilnya baik, itu saja saya sudah senang,” keluhnya. (yuyu)







