Kasus Penyerangan, 22 Anak Buah John Kei Dilimpahkan ke Kejari Tangerang

KASUS PENYERANGAN RUMAH NUS KEI

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Kasus penyerangan rumah Nus Kei oleh anak buah John Kei dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang, Rabu (11/8/2020). Tim Penyidik Polda Metro Jaya melimpahkan berkas tahap II dari 22 tersangka yang merupakan anak buahnya itu. 

Pantauan dilokasi, mereka dikawal ketat petugas kepolisian bersenjata lengkap dari Polda Metro Jaya. Saat menjalani pemeriksaan Jaksa Penuntut Umum kelompok John Key didampingi tim kuasa hukum.

“Hari ini penyerahan tersangka dan barang bukti atas nama Tus Kei dan kawan-kawan, tersangka dan barang bukti sudah kita terima,” ucap Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Tangerang, Aka Kurniawan.

Kemudian katanya, untuk tersangka dititipkan kembali ke Polda Metro Jaya, sementara untuk barang bukti ditahan di Kejaksaan Negeri Tangerang.

Lanjutnya, terdapat dua berkas yang diterima pihaknya ada dua berkas. Dimana, satu berkas ada yang 9 terdakwa dan ada yang 12 terdakwa. “Ada dua berkas, dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tangerang,” ujarnya.

Sementara, dalam kasus penyerangan di kediaman Nus Kei, Anton Sudanto, kuasa hukum John Kei, mengatakan kliennya tersebut tidak memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi nyawa Nus Kei. Namun, hanya menahih uang kepada Nus Kei.

Kendati demikian, pihaknya bak segera menemukan keadilan dan membuka keadilan sebesar-besarnya.

Ia menjelaskan, ke 22 terdakwa yang dibawa ke Kejari Tangerang ini merupakan kelompok yang datang ke rumah Nus Kei. Mereka diperintahkan untuk membawa Nus Kei dalam keadaan hidup.

“Kalau mati tidak ada uangnya dong. John Kei bukan orang bodoh dan tidak mungkin dia mau masuk lagi ke penjara, dia menyesalkan perbuatannya,” ujarnya.

Dirinya mengklaim, kejadian yang terjadi saat itu merupakan spontanitas lantaran membela kelompoknya atau sahabat satu sukunya.

“Ini terjadi karena ada anak buahnya dan satu sukunya yang dibela oleh bung John Kei ini untuk mengayomi. Saya juga mau mengimbau kepada seluruh orang-orang kei dan keluarganya simpatisannya untuk tenang dan bersabar. Tidak perlu dateng ke pengadilan berbondong-bondong cukup nonton dari rumah saja, karena ini sedang pandemi Covid-19,” ujarnya.

Diketahui, polisi menahan kelompok John Kei lantaran perusakan yang terjadi di perumahan Klaster Australia, Green Lake, Tangerang, Banten ini pada Minggu 21 Juni 2020 lalu.

Saat itu rumah milik Nus Kei disatroni kelompok suruhan John Kei dengan senjata tajam dan senjata api.

Namun atas kejadian yang menyebabkan rusaknya rumah Nus Kei dan menelan dua korban luka tembak serta luka akibat tertabrak pagar perumahan ini. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments