Bapenda Provinsi Banten Gelar Empati di Tengah Pandemi, Catat Keuntungannya!

ADA SATGAS PENAGIHAN DI BAPENDA BANTEN

BANTEN,PenaMerdeka – Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten pada periode 2 Januari 2015 sampai 31 Desember 2019, ada sebanyak 5.231.007 unit kendaraan bermotor terdaftar di Samsat seluruh Banten.

Dari total kendaraan ini 2.244.717 unitnya tunggakan potensi atau kendaraan itu belum mendaftar ulang by status.

Dan artinya kalau dinominalkan akan senilai Rp774.838.492.400 miliar.

Menurut Opar Sohari Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten, pihaknya sudah menerjunkan jajarannya untuk menyelesaikan persoalan ini.

Dia mengaku telah bertindak cepat agar sektor PAD Banten segera terealisasi. Pasalnya agar pembangunan Banten pulih setelah dihantam covid-19.

Kata dia, Bapenda juga melakukan penelusuran data dengan cara door to door ke pemilik kendaraan yang belum mendaftar ulang by status tersebut.

“Setelah ditelusuri, 2.449 kendaraan hilang, 4.479 kendaraan rusak, 4.777 kendaraan penguasaan leasing, 39.331 kendaraan sudah dijual, 29.465 pindah alamat, disita negara 79, pinjam nama 7.088, dan alasan lainnya 146.865,” ucap Opar kepada wartawan, Jumat (21/8/2020).

Ia menambahkan, selain itu pihaknya juga sudah melakukan langkah lain yakni pembersihan data berdasarkan input penelusuran yang sudah dilakukan.

“Setelah dibersihkan datanya, sehingga yang berpotensi kemungkinan membayar kembali adalah 146.865 unit kendaraan,” ujar Opar

Setelah itu Bapenda Banten membentuk Satgas Penagihan sekaligus melakukan penyuluhan langsung kepada penunggak pajak.

“Dari data ini mana yang paling banyak nanti dimapping. Misalnya wilayah UPTD Samsat salah satu daerah, nah yang paling berpotensi di mana, dan apa penyebabnya. Nanti Bapenda kasih kebijakan, seperti diterjunkan petugas untuk penyuluhan,” kata Opar.

Untuk penagihan, sudah dibarengi dengan razia kendaraan. Ada Bapendanya, di situ disertakan mobil Samling.

“Kita Bapenda mendampingi.”

“Setiap kendaraan bermotor wajib dilengkapi dokumen, berdasarkan UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan. Selain itu, ada UU 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah. Setiap pemilik kendaraan atau menguasai kendaraan wajib membayar pajak,” ujarnya.

PLUS MINUS DISKON PAJAK

Opar melanjutkan, terkait masukan DPRD Banten agar diberikan diskon untuk yang nunggak di atas 5 tahun, Ia mengatakan, UU 28 itu tidak menyatakan nilai pokok pajak di didiskon, tetapi setelah 5 tahun namanya pajak kadaluarsa.

“Jadi berhak mengajukan tapi setelah 5 tahun dia kita berikan pajak kadaluarsa, tidak boleh kendaraannya dipakai lagi, harus daftar ulang atau kita hapuskan dari daftar Registrasi dan Identifikasi (Regident) Kendaraan Bermotor (ranmor), sehingga dia dibebaskan dari pajak kendaraan bermotor, tapi tidak boleh kendaraannya dijalankan. Motornya harus dikilo buat rongsokan,” ungkap Opar menegaskan.

Ia menjalaskan, denda itu bukan pajak daerah dan bukan pajak kendaraan bermotor, boleh bebas dasarnya Pergub.

Kalau tarif pajak itu Perda. Bisa saja inovasi, tapi kalau sudah diatas 5 tahun namanya pajak kadaluarsa, silahkan ajukan untuk dihapus dari wajib pajak.

“Saat ini karena ada pandemi, ada bulan bebas denda atau bahasa hukumnya sanksi administrasi, Pergub 12 dibebaskan. Kita sudah jalankan dari 1 April sampai 13 Agustus 2020 ini. Maksudnya apa? Karena empati pada saat pandemi, dan ini sudah banyak diikuti daerah lain,” katanya.

Ia juga mempertanyakan, apakah nanti ketika dikasih diskon akan ada jaminan akan membayar pajak. Mengingat saat ini dihilangkan denda saja masih banyak yang tidak memanfaatkannya.

“Kalau dikasih potongan pokok pajaknya, itu namanya kurang mendidik. Akhirnya banyak yang dinanti-nanti bayarnya agar dikasih diskon. Jadi perlu ada kajian lagi,” ujarnya.

Terkait, apakah nanti bebas denda pajak akan diperpanjang, Ia mengaku akan
melihat perkembangan dan akan dikaji dan dievaluasi kembali.

“Saya berharap masyarakat dapat memenuhi kewajibannya sebagai warga negara Indonesia, yaitu dengan membayar pajak,” harapnya. (dra)

Disarankan
Click To Comments