Tolak Omnibus Law, Hari Ini Ribuan Buruh Asal Banten Banjiri Senayan

BURUH BANTEN TERKONSENTRASI DI GEDUNG DPR-RI

BANTEN,PenaMerdeka – Puluhan ribu buruh asal Banten dikabarkan akan bergabung di halaman Gedung DPR RI. Massa buruh akan menggelar unjuk rasa menyuarakan penolakannya atas Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja.

Nanang Wakil Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Banten menyebut buruh dari berbagai daerah di Banten akan siap bergabung melakukan aksi Unras ke Jakarta.

“Kalau dari SPN jumlahnya 5 ribu, 2 ribu dari Kabupaten Serang, sementara dari Kota Serang, Kota Tangerang, Kab Tangerang dan Lebak masing-masing totalnya seribu,” ucap Nanang ditemui penamerdeka.com di Kantor SPN Banten, Kawasan Serang Baru (KSB) Kota Serang, Senin (24/8/2020) petang.

Ia menambahkan, saat ini SPN di Banten baru hanya 4 daerah yang menyatakan siap melaksanakan demo di Jakarta.

Sementara terkait teknis pemberangkatan buruh asala Banten itu akan diserahkan ke SPN masing-masing wilayah.

“Kalau digabung dengan federasi lainnya. Jadi massa aksi di Banten yang akan berangkat ke Senayan kurang lebih mencapai 20 ribuan,” kayanya.

Sementara itu, Korlap nasional aksi dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Puji santoso mengatakan, kegiatan aksi akan dititik pusatkan di depan Gedung DPR RI Senayan.

“Kalau dari KSPI untuk aksi besok estimasi kami mencapai 43 ribuan, dan SPN merupakan salah satu dari 9 organisasi yang tergabung dengan KSPI . Sementara kalau gabungan dengan federasi lainnya bisa mencapai 60-70 ribuan,” katanya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan kajian pihaknya, dalam RUU Omnibus Law tersebut yang paling banyak dirugikan adalah pihak pekerja yang notabene banyak buruh asal dari Banten.

“Jadi jelas pihak buruh yang dirugikan, bahkan Pemeritah Daerah dan organisasi stakeholder cenderung tidak memahami materi UU ini, sehingga diam saja,” katanya.

Pihaknya juga menyoroti mudahnya Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk, tapi negara kurang mempersiapkan instrumen.

“Dari awal pemerintah tidak menyiapkan instrumen, sehingga dengan kedatangan TKA masyarakat dibiarkan berjuang sendiri,” katanya. (hendra/puji RH)

Disarankan
Click To Comments