Komunitas Tanpa Nama Bagi-bagi Buku Anak Terdampak Gusuran Tol JORR II Bandara

SAYANGKAN TINDAKAN REFRESIF APARAT

KOTA TANGERANG,PenaMerdeka – Anak-anak terdampak Gusuran proyek nasional jalan Tol JORR II Bandara Soekarno Harta kembali mendapat simpati.

Kali ini aksi simpati berupa bantuan buku baca dari ‘komunitas tanpa nama’ dilokasi penggusuran Jurumudi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Minggu (7/9/2020).

Disebutkan bantuan mereka datang untuk memulihkan trauma anak-anak yang hingga kini masih mengungsi.

Pantauan di lokasi komunitas tanpa nama membawa ratusan judul buku untuk dibaca dan dibagikan secara gratis.

Selain membawa ratusan judul buku, komunitas yang bermarkas disekitaran Batuceper Kota Tangerang juga membuka pasar gratis yang menyediakan berbagai kebutuhan bahan pokok.

Komunitas tanpa nama nampak mengajak anak-anak permainan kecil membaca, hingga kontes mewarnai yang berhadiah secara sederhana. Kegiatan ini juga disebut agar anak korban penggusuran proyek tol kehilangan fokus menumbuhkan niat baca.

“Alhamdulillah ada yang peduli dengan kondisi anak – anak, kalau boleh jujur kita seneng banget ngeliat anak anak banyak yang hibur, kemarin ada badut terus setiap hari ada mahasiswa GMNI yang ngajak main sekarang ditambah lagi ada anak – anak muda yang bawa buku,”kata Edi salahseorang warga sekitar.

Zibal Abdul Novel, Ketua Komunitas tanpa nama kepada wartawan menuturkan, pihaknya sengaja datang ke lokasi penggusuran lantaran prihatin dengan kondisi anak – anak yang melihat langsung proses eksekusi yang dilakukan oleh PN Tangerang.

“Saya mengetahui persis psikologi anak anak pasti terganggu dengan tindakan represif aparat. Dan saya melihat sendiri karna sore setelah penggusuan saya melihat sendiri kondisi anak anak disini sangat memprihatinkan,” tutur Zibal.

“Terlepas dari permasalahan yang terjadi, anak – anak seharusnya tidak menjadi korban dan kepada aparat tolong kedepannya agar lebih humanis dalam mengawal dan mengamankan kebijakan,” jelasnya.

Ia menilai aparat terlampau berlebihan dalam menghadapi masyarakat yang mempertahankan lahannya.

“Kami mengutuk segala tindakan represif aparat saat eksekusi lahan warga yang masih bertahan,” tukasnya.

Pasalnya tandas Zibal, yang dihadapi adalah rakyat. Banyaknya aparat yang diturunkan seolah hendak berperang melawan musuh. (hisyam)

Disarankan
Click To Comments