Pertamina Ekspor 31.800 KL Produk HSD ke Malaysia

EKSPOR PERDANA HSD CAPAI RP143,15 M

JAKARTA,PenaMerdeka – Pertamina Refinery Unit V Balikpapan mengekspor produk HSD atau High Speed Diesel 50 PPM Sulphur ke negeri jiran Malaysia.

Ekspor perdana sebesar 200 ribu barrels atau setara dengan 31.800 KL ini senilai US$9,5 juta atau setara Rp143,15 miliar (kurs Rp14.757 per dolar AS).

General Manager Refinery Unit V Balikpapan, Eko Sunarno menyebut, ekspor merupakan salah satu jawaban dari tantangan yang dihadapi Pertamina selama pandemi virus corona.

“Tentunya akibat pandemi covid-19 menyebabkan adanya penurunan permintaan akan bahan bakar, tonggak sejarah yang baik bagi kita Pertamina terkhusus RU V untuk berkomitmen mengupayakan keberlanjutan pasokan energi dan operasional kilang dengan menjawab tantangan dan permintaan pasar akan produk HSD tersebut,” papar dia melansir dari Antara, Senin (7/9/2020).

Eko menjelaskan, bahwa produk ini merupakan hasil dari fraksi diesel di Unit Secondary Kilang RU V Balikpapan yang memiliki kualitas Sulphur 50 ppm atau setara dengan produk diesel standard Euro 4.

Ini merupakan bahan bakar mesin diesel terbaru yang pernah diproduksi kilang RU V.

Selain produk diesel yang berstandar Euro 4 dan memiliki kualitas Sulphur 0.005-persenS atau 50 ppm, produk Pertamina ini disebutnya memiliki kelebihan lain yaitu Cetane Index minimal 50 (Cetane Number minimal 53), dan flash point minimal 60 derajat Celcius.

Lebih lanjut, Eko menambahkan, jenis BBM HSD 0.005 persen ini sudah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017.

Yaitu ditetapkan spesifikasi BBM jenis Solar memiliki angka Cetane Number minimal 51 dan kandungan sulfur maksimal 50 ppm.

“Patut berbangga, bahwa di Indonesia yang dapat memproduksi produk tersebut hanya RU V Balikpapan dengan kapasitas 200 ribu barrels per bulan dan RU II Dumai dengan kapasitas saat ini 100 ribu barrels per bulan,” ucapnya.

Eko juga menyampaikan bahwa pihaknya berencana kembali melakukan ekspor pada Oktober hingga akhir tahun setiap bulannya.

“Ke depannya akan ada rencana ekspor kembali pada periode Oktober hingga Desember 2020 sejumlah 200 ribu barrels ( 31.800 KL) setiap bulannya dengan tujuan pasar internasional,” ujar dia. (jirur)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...