Sekelas Tangsel Loh! Tiga Bacalon Janji Begini Soal Peningkatan Status RSUD Tangsel

STATUS RSUD PR PEMENANG PILKADA TANGSEL

KOTA TANGSEL,PenaMerdeka – Bakal calon (Bacalon) wali kota dan wakil wali kota Tangsel sedang menjalani tes kesehatan tahapan sebagai peserta pilkada. Proses tes kesehatan tidak digelar di Tangsel, pasalnya status RSUD Tangsel belum memenuhi syarat yang ditentukan KPU.

Saat ini, tiga bakal Paslon sedang mengikuti tes kesehatan tahapan Pilkada Kota Tangsel 2020 di RSUD Kabupaten Tangerang.

Menanggapi perihal lokasi tes syarat kesehatan karena terbentur status RSUD Kota Tangsel. Para bacalon janji menuntaskan persoalan kebutuhan dasar masyarakat.

Seperti diketahui, diantara 270 kota kabupaten dan provinsi yang menggelar pilkada serentak di Indonesia, Kota Tangsel memang banyak disorot publik lantaran sejumlah faktor.

Tetapi sayang pemeriksaan tes kesehatan peserta pilkada bukan di ‘kandang’ Tangsel membuka mata bahwa persoalan pelayanan kesehatan masih menjadi masalah.

Sejak berdiri mandiri pada 26 November 2008 Kota Tangsel mencatat rekor sebagai wilayah otonom yang mengantongi PAD terbesar di Indonesia.

Lantas, ternyata dengan kondisi keuangan melimpah belum bisa mensejajarkan status RSUD Kota Tangsel untuk naik kelas.

Tim penamerdeka.com berhasil menemui tiga bacalon menanggapi status RSUD di kota untuk sekelas Tangsel:

AZIZAH: PR UNTUK PEMENANG PILKADA

Bacalon Siti Nur Azizah, berharap paslon walikota yang memenangkan perhelatan pilkada harus menyelesaikan menyelesaikan persoalan ini.

“Ya kita berharap kedepan siapapun yang menjadi walikotanya harus meningkatkan status RSUD Tangsel minimal menjadi kelas b,” tukas putri Wapres RI KH Mafruf Amin ditemui penamerdeka.com saat menjalani tes kesehatan syarat pencalonannya di RSUD kabupaten Tangserang, Selasa (8/9/2020).

Azizah melanjutkan, kami sebenarnya ingin proses tahapan pemeriksaan berlangsung di Kota Tangsel.

“Ya tentu itu memang jadi PR Tangsel Tidak boleh terjadi situasi seperti ini. Sekelas Tangsel pemeriksaan kesehatan harus di RSUD Kabupaten Tangerang,” ucapnya.

PILAR SAGA: PENGEMBANGAN PUSKESMAS JADI PELAYANAN KESEHATAN INTI JUGA

Sementara Pilar Saga Ichsan menyebut meski status RSUD saat ini berstatus c, tetapi kebijakan walikota dan wakil walikota sudah terus membangun dan memperbaiki fasilitas pelayanan kesehatan yang di daerah Tangsel.

“Bu wali (Airin Rachmi Diany, red) dan pak Bennyamin Davnie terus membangun puskesmas dan RSUD. Total kamar rawat inap sudah ada sekitar 190an,” ungkap Pilar.

Nantinya hal ini memang menjadi pekerjaan rumah bersama. Fasilitas kesehatan akan kita tingkatkan lagi. Jadi pelayanan dasar kemasyarakat juga semakin maksimal.

Dia melanjutkan, RSUD milik Pemkab Tangerang memang ditunjuk langsung dari KPU tangsel untuk menggelar proses cek kesehatan calon.

“Ya disini sudah grade b. Dan mungkin di RSUD kabupaten ini sudah lama yah daripada RSUD Tangsel. Sebenarnya di Tangsel juga selama saya berobat juga daya mendapatkan pelayanan bagus. Kalau pelayanan sama sih. Kalau proses peningkatan kelas ada penilaian sendiri dari kementerian kesehatan kan,” pungkasnya.

MUHAMAD: JUJUR PERLU PENAMBAHAN FASILITAS LAGI

Sementara Muhamad Bacalon Wali Kota Tangsel menganggap persoalan status pelayanan khususnya di RSUD tangsel perlu ditingkatkan.

“Yang belum ada fasilitas akan disediakan. Ini memang menjadi kebutuhan dasar dan tanggung jawab pemerintah daerah juga,” kata Muhamad.

Dia melanjutkan, ukuran-ukuran untuk memenuhi peningkatan grade RSUD akan ditempuh. Fasilitas yang sebelumnya juga sudah dipenuhi demi pelayanan kesehatan masyarakat Tangsel.

“Kalau pemeriksaan kesehatan syarat pencalonan di RSUD kabupaten karena sudah lengkap semua. Makanya di RSUD Tangsel walaupun sudah kita anggap mewah tapi kita akui masih harus ada penambahan fasilitas lagi,” pungkasnya. (hisyam/msg)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...