Pemkab Bekasi HUT RI Ke 75

Perkuat Modal Inti, Bank Banten Bakal Gelar RUPSLB

RUPSLB PENGUATAN INDUSTRI PERBANKAN

BANTEN,PenaMerdeka – Mendukung rangkaian aksi koorporasi untuk memperkuat modal Perseroan, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Perseroan) berencana menggelar RUPSLB atau Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

Penambahan modal melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD).

Ini rencananya akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan oleh RUPSLB pada tanggal 2 Oktober 2020.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan No 12/POJK.03/2020 Tentang Konsolidasi Bank Umum menegaskan peran penting permodalan sebagai bagian dari upaya penguatan struktur.

Selain itu ada penguatan ketahanan dan daya saing industri perbankan sehingga mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Kemudian, sebagai upaya untuk mendorong industri perbankan mencapai level yang lebih efisien menuju skala ekonomi yang lebih tinggi. Berdasarkan POJK.

OJK mewajibkan kepada setiap Bank Umum untuk meningkatkan Modal Inti Minimum (MIM) yang dimiliki sebesar Rp3 triliun.

Direktur Bank Banten, Kemal Idris menjelaskan, secara umum, pelaksanaan PMHMETD akan memberikan dampak secara langsung.

Yakni terutama terhadap struktur permodalan dan likuiditas saham perseroan.

Kata Kemal, tentunya penting dilakukan guna meningkatkan kinerja perseroan dan memberikan daya dobrak untuk melakukan pengembangan usaha sebagai Bank Pembangunan Daerah yang sehat.

“Rangkaian aksi korporasi yang tengah berjalan saat ini adalah wujud nyata kemandirian Provinsi Banten,” ucapnya dalam rilis yang diterima penamerdeka.com, Jumat (11/9/2020).

Ditengah pandemi covid-19, tetapi dengan dukungan Penprov Banten serta melihat kondisi ekonomi yang tidak menentu, tetapi manajemen optimis peraturan OJK untuk penambahan Modal Inti Minimum tersebut dapat dipenuhi. (dra)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...