14 Tahun Beroperasi, Klinik Aborsi Ilegal di Pandeglang Terbongkar

TIGA PELAKU DICIDUK

SERANG,PenaMerdeka – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Banten berhasil mengungkap praktek aborsi ilegal di Klinik Sejahtera, Kampung Cipacing, Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.

Direskrimsus Polda Banten, Kombes Nunung Syaifuddin mengatakan, terdapat 3 tersangka, NN (53) status sebagai bidan PNS, E (38) perawat dan RY (23) sebagai pasien.

Motif dari pelaku NN yang bertugas sebagai bidan motifnya mencari keuntungan pribadi dengan menggunakan kliniknya untuk melaksanakan praktek ilegal.

“Pada Senin 26 oktober 2020 sekitar magrib pihaknya memantau klinik tersebut. Kemudian keluar sepasang kesasih dari klinik tersebut, kami mengikuti dan berhasil mengamankan, untuk laki-laki inisial W dan perempuan inisial RY,” katanya saat konferensi pers di Mapolda Banten, Selasa (3/11/2020).

Kemudian pihaknya mengintrogasi mereka, sambungnya, dan akhirnya mereka mengaku baru selesai melakukan aborsi.

“Akhirnya anggota mendatangi ke TKP, dan di sana bertemu dengan NN dan NY. Sehingga dilakukan penangkapan,” katanya.

Dia mengungkapkan, dari keterangan tersangka RY, prakter aborsi itu ditarif Rp2.500.000. “Selain itu, pengakuan NN praktek sudah dilakukan dari tahun 2006 dan ausah lebih dari 100 kali praktek aborsi,” katanya.

Pada prakteknya, sambungnya, janin yang umurnya 3 bulan ke bawah dibuang lewat wastapel. Sementara janin yang usianya 3 bulan ke atas dibawa balik pasien.

Dalam kasus ini, tersangka bidan NN dikenakan Pasal 194 juncto Pasal 75 ayat 2, Undang-undang (UU) nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancamannya adalah pidana dengan kurungan penjara selama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

“Tersangka RY dikenakan Pasal 346 KUHP, yang dengan sengaja menggugurkan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk melakukan itu, di ancam pidana empat tahun,” jelasnya. (wan)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Disarankan
Loading...