Gubernur Anies Tak Segan Tarik Rem Darurat Jika Kasus Covid-19 Melonjak

WARGA JANGAN LENGAH PROKES

JAKARTA,PenaMerdeka – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan, tidak segan menerapkan rem darurat dengan memperketat kembali PSBB jika kemudian kasus kembali mengalami lonjakan di Ibu Kota.

Meski, katanya sebaran kasus covid-19 di Jakarta masih terkendali dan menuju aman dalam masa PSBB transisi yang berlaku selama dua pekan. Yaitu, sebelumnya atau sejak 9 November hingga 22 November kemarin.

“Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kebijakan rem darurat atau emergency brake policy apabila terjadi kenaikan kasus secara signifikan atau tingkat penularan yang mengkhawatirkan sehingga membahayakan pelayanan sistem kesehatan,” Anies melalui keterangan tertulis yang dikutip dari laman ppid.jakarta.go.id, Senin (23/11).

Anies meminta, kondisi yang masih terkendali saat ini tak lantas membuat warga lengah dalam menerapkan protokol kesehatan 3M yang meliputi memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Merujuk data sebaran covid-19 di DKI Jakarta melalui laman https://corona.jakarta.go.id/id/data-pemantauan, tercatat selama dua pekan terakhir sebaran covid-19 di Jakarta fluktuatif dan malah sempat cetak rekor kasus tertinggi bila dibandingkan kasus harian sebelumnya selama delapan bulan pandemi ini.

Rinciannya, pada tanggal 9 November terjadi penambahan kasus covid-19 harian sebanyak 716 kasus, kemudian 10 November bertambah menjadi 1.013 kasus, dan 11 November mengalami penurunan kasus harian menjadi 587 kasus.

Kemudian pada 12 November kembali terjadi kenaikan menjadi 831 kasus per hari, lalu 13 November kembali naik menjadi 1.033 kasus, dan naik lagi pada 14 November menjadi 1.255 kasus harian.

Selanjutnya, pada 15 November melanjutkan kenaikan kasus menjadi 1.165 kasus positif, lalu 16 November turun menjadi 1.006 kasus, dan pada 17 November mengalami kenaikan kasus sedikit secara tidak signifikan menjadi 1.038 kasus positif.

Kasus harian positif covid-19 kemudian merangkak naik pada 18 November dengan 1.137 kasus, 19 November 1.185, 20 November 1.240 kasus, 21 November 1.579 kasus, dan 22 November mengalami penurunan menjadi 1.342 kasus positif harian.

Merespons kenaikan kasus dalam sepekan terakhir itu, Pemprov DKI memaparkan kondisi kapasitas keterisian tempat tidur rawat inap atau bed occupancy rate (BOR) di total 98 Rumah Sakit rujukan pasien terinfeksi virus corona di ibu kota melonjak hingga 73 persen dalam rentang waktu dua pekan terakhir.

Sementara kapasitas keterisian tempat tidur untuk ruang Intensive Care Unit (ICU) sudah mencapai angka 70 persen, atau sebanyak 591 tempat tidur sudah terisi dari kapasitas maksimalnya yang berjumlah 841 tempat tidur.

Selain itu, perilaku 3M guna mencegah penularan Covid-19 akibat infeksi virus corona di Jakarta cenderung turun dalam sepekan terakhir.

“Berdasarkan data dari FKM UI, kita melihat terjadi stagnansi bahkan penurunan kedisiplinan masyarakat dalam perilaku 3M. Data tersebut sesungguhnya sejalan dengan data peningkatan kasus harian di DKI Jakarta,” tukas Anies. (jirur)

Disarankan
Click To Comments